Berita

Masinton Pasaribu/net

Politik

PDIP Pastikan Menteri Penghina Jokowi Adalah Perempuan

SENIN, 29 JUNI 2015 | 11:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. PDI Perjuangan memastikan bahwa menteri yang menghina Presiden ‎Jokowi buka dari kader partai dan juga bukan dari menteri kader pendukung pemerintah.

Hal itu sebagaimana ditegaskan politisi PDIP Masinton Pasaribu saat dihubungi wartawan sesaat lalu (Senin, 29/6).

"Persisnya aku nggak tahu. Yang jelas bukan dari PDIP, bukan dari partai-partai pendukung," ujarnya.


Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR ini membeberkan ciri-ciri sang menteri. Menurutnya, menteri penghina Jokowi berada di sektor koordinasi perekonomian.‎ Menteri penghina Jokowi ini hanya ada satu dan berjenis kelamin perempuan.

"Baru satu aku dengar. (Dia) perempuan," sambungnya.

Masinton juga memastikan bahwa Presiden Jokowi sudah tahu siapa menteri yang bersangkutan. Untuk itu ia meminta presiden merombak menteri itu.
‎
"Presiden tahu. Kebiasaan presiden kita kan nggak reaksioner, didengarkan saja. Ya harus direshuffle. Selama masih menjabat menteri, dia harus tunduk, taat, dan loyal, menampakkan dedikasinya pada atasan langsung. Konsekuensi jabatan ya seperti itu," tandasnya.

‎Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan ada menteri di dalam Kabinet Kerja yang menghina Presiden Joko Widodo. Hinaan itu, kata dia, dilontarkan usai rapat di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Ada menteri yang menghina Presiden. Pembantu Presiden malah menghina," kata Tjahjo di Jalan Denpasar Raya, Minggu, 28 Juni 2015. "Siapa itu menterinya, silakan tanya ke Presiden," tambahnya.

Menurut Tjahjo, aroma perombakan kabinet saat ini memang sudah mengemuka. Presiden Jokowi, kata dia, sudah mengantongi nama-nama menteri yang akan dirombak. Apalagi ada menteri yang membangkang itu. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya