Berita

presiden joko widodo/net

Media Australia: Kepemimpinan Jokowi Sudah Berantakan

MINGGU, 28 JUNI 2015 | 12:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Media negeri tetangga, Australia, kembali menyoroti kondisi dalam negeri Indonesia. Kali ini dalam kolom di The Australian edisi Kamis lalu (25/6), kolumnis Greg Sheridan menyoroti apa yang disebutnya sebagai the astonishingly rapid unravelling of the presidency of Joko Widodo.

Kemenangan Jokowi dalam pemilihan presiden belum setahun lalu, tulis Sheridan dalam kolomnya, mendapat perhatian luas dan disambut gembira secara internasional. Jokowi dianggap sebagai pahlawan masyarakat sipil. Kemenangan tipis Jokowi melawan Prabowo Subianto dalam piplres itu disambutnya hembusan nafas lega. Sayangnya, rasa lega itu terlalu singkat.

Kepemimpinan Jokowi sudah menjadi berantakan yang bikin putus asa. Ekonomi Indonesia stagnan. Kuartal pertama pertumbuhan turun pada posisi 4,7 persen. Banyak agensi internasional yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di bawah 5 persen. Ekonomi Indonesia di bawah SBY sering tumbuh pada kisaran 6 persen, dan sebelumnya 8 persen di bawah pemerintahan Soeharto,” tulis Sheridan.


Karena di masa SBY pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil, maka pada masa itu dikenal sebagai babak Indonesia bangkit. Sementara bila pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa Jokowi turun ke bawah 5 persen, maka era Jokowi ini akan dikenal sebagai babak Indonesia stagnan.

Kebijakan ekonomi Jokowi yang berbau nasionalis menjadi proteksionis dan ikut memperparah pertumbuhan ekonomi. Nasionalisme ekonomi Jokowi ini, menurut Sheridan, menyebabkan jutaan warganegara kembali ke kantung kemiskinan.

Jokowi berjanji memperbaiki ekonomi dengan aksi nyata di sektor birokrasi, infrastruktur dan jaringan transportasi maritim. Namun hampir-hampir tidak ada perubahan di sektor-sektor ini. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya