Berita

ilustrasi/net

Dikira Bahas Audit BPK, Pimpinan Komisi II Salah Agenda

SENIN, 22 JUNI 2015 | 12:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Terjadi kesalahpahaman mengenai agenda rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, segenap pimpinan Komisi II DPR berpandangan bahwa RDP beragendakan menyenai audit BPK terhadap KPU. Namun ternyata, dalam undangan yang diterima dari Sekjen DPR, baik oleh KPU maupun anggota Komisi II, disebutkan bahwa RDP beragendakan evaluasi Peraturan KPU.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi II DPR RI Rambe Komaruzzaman sempat mencerca Ketua KPU Husni Kamil Manik untuk blak-blakan soal audit BPK yang berpotensi merugikan negara hingga Rp 334 miliar itu. Namun saat dipersilakan untuk memaparkan mengenai audit, Husni menjabarkan bahwa KPU diundang hadir ke Komisi II untuk membahas evaluasi PKPU, bukan soal audit BPK.


"Undangan hari ini yang kami terima adalah membahas PKPU, bukan audit bpk," ujar Husni sembari maju ke meja pimpinan menunjukkan perihal surat undangan, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 22/6).

Ternyata, apa yang diucapkan Husni ini ikut diamini beberapa anggota Komisi II. Saan Mustofa misalnya. Ia meminta agar RDP difokuskan untuk membahas soal evaluasi PKPU sesuai undangan yang disebar.

"Diundangan memang soal evaluasi PKPU, makanya saya yakin KPU sudah mempersiapkan diri untuk evaluasi PKPU. Nah soal audit kita agendakan di lain hari saja," ujarnya.

Senada dengan hal itu, politisi PPP Arwani Thomafi juga meminta agar RDP dilanjutkan membahas evaluasi PKPU.

"Sekjen sudah dua kali kirim SMS pemberitahuan bahwa agenda RDP saat ini evaluasi pkpu‎," ujarnya.

Namun begitu diakhir kesimpulan, Rambe menanyakan kesiapan KPU untuk menjawab mengenai hasil audit BPK. Lantaran KPU mengaku siap, maka agenda RDP hari ini adalah evaluasi PKPU yang dilanjutkan dengan tindak lanjut audit BPK.

"Apakah semua setuju? Kalau setuju rapat kita skors sampai jam setengah satu," tutup Rambe. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya