Berita

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo/net

Olahraga

Persaingan Rossi & Lorenzo Bisa Berujung Perpisahan

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 10:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Yamaha mulai khawatir jika perseteruan dua pebalap anda­lannya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bakal berdampak bagi tim. Kemungkinan terbu­ruk, mereka akan hengkang.

Memasuki seri ketujuh MotoGP, persaingan Lorenzo dan Rossi kian memanas. Mereka terus berusaha menjadi yang tercepat dan tertinggi di papan klasemen pebalap.

Persaingan keduanya memang sudah seperti Lewis Hamilton dan Nico Rosberg di ajang Formula 1 (F1) yang juga tergabung dalam tim yang sama. Saat ini, Rossi masih mampu mengamankan posisinya di puncak klasemen sementara dengan 138 poin.


Kemenangan Lorenzo di GP Catalunya, akhir pekan lalu membuat selisih poin mereka hanya menjadi 1 poin. Rider asal Spanyol itu juga sedang dalam performa terbaik dengan mencatatkan 4 kemenangan beruntun. Kondisi tersebut ten­tunya mengancam Rossi yang memasang target juara dunia.

Makanya pebalap asal Italia itu siap menjegal Lorenzo di bebera­pa seri berikutnya. Terdekat adalah GP Belanda yang berlangsung di Sirkuit Assen. Bila Lorenzo me­nang, dia yang akan memuncaki klasemen pebalap.

"Saya memiliki kecepatan yang sama dengan Jorge. Setelah 7 balapan, kami memiliki selisih satu poin. Saya berharap bisa mencegah Lorenzo, tetapi itu sulit," kata Rossi dilansir Crash

Persaingan Rossi dan Lorenzo diyakini akan semakin sengit dan bertahan sampai akhir musim. Maka kekhawatiran ka­lau keduanya kembali berseteru pun kembali muncul seperti di musim 2009 dan 2010 lalu.

Yamaha sudah menyiapkan antisipasi. Bos Yamaha, Lin Jarvis memastikan kalau mereka akan turun tangan jika perseteruan sam­pai terjadi antara dua pebalapnya itu. "Bagaimanapun, kita harus memahami kalau keduanya sangat kompetitif. Saat mulai mendekati gelar juara dunia, tensinya akan bertambah. Yang terpenting adalah mewaspa­dainya," kata Jarvis. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya