Berita

Olahraga

Ternyata, PSSI Tidak Tanggapi Laporan Pengaturan Skor

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 09:37 WIB | LAPORAN:

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebetulnya pernah menerima laporan adanya pengaturan skor yang dilakukan oleh klub Divisi Utama.

Fakta ini diutarakan mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan dalam konferensi pers di Jakarta, tadi malam (Rabu, 17/6).   

"Pada saat itu saya sempet kontak exco (komite eksekutif) PSSI Djamal Azis, saya telepon 'bang tolong panggil manajemen Purwodadi yang namanya Mulyadi bahwa Persipur termasuk saya, juga pemain semua dalam pengaturan skor, ini tolong panggil beri sanksi'," tutur Gunawan.


Namun ternyata aduannya itu tidak ditindaklanjuti. Pihak Exco hanya bilang akan menggelar pertemuan dengan para pengurus PSSI dahulu.

"(Jawabannya) 'oh iya nanti kita sampaikan, kita meeting-kan dengan pengurus-pengurus, sampe tiga kali tidak ada tanggapan," lanjut Gunawan menceritakan.

Sikap Djamal Azis tersebut membuatnya bertanya-tanya. Menurut dia, ini sama saja pembiaran.

"Nggak dateng nggak ada respon sama sekali. Ini kan jadi tanda tanya," kritiknya.

Gunawan mengaku hanya melaporkan pengaturan skor tersebut kepada Djamal. Ia memilih Djamal untuk melakukan pengaduan karena satu kampung halama dari Jawa Timur.

"Kenapa saya waktu itu telpon Djamal Azis karena dia orang Jawa Timur juga, sama-sama dari Surabaya. Mungkin dia bisa untuk menangani, ternyata dia nggak ada tanggapan apa-apa," jelas dia.

Meski begitu ia tak mau menuduh anggota atau pimpinan PSSI ikut terlibat dalam pengaturan skor di kompetisi sepakbola nasional. Sebab sepengetahuan dirinya, bandar yang menawarkan uang untuk mengatur skor hanya berkomunikasi lewat manajemen klubnya.

"Kalau minta tanya bukti orang-orang PSSI terlibat, saya kira saya nggak bisa menjawab, karena memang nggak ada hubungannya pada saat itu. Saat itu bandar langsung menghubungi ke manajemen saya," kata Gunawan.

Gunawan mengakui bahwa klub Persipur Purwodadi yang ditukanginya pada 2013 melakukan praktik pengaturan skor. Setiap melakukan pengaturan skor, beber dia, klub Persipur Purwodadi mendapatkan uang sebesar Rp 400 juta per sekali pertandingan. Sedangkan untuk pemain, lanjut Gunawan, mendapatkan Rp 10 juta hingga Rp 15 juta setiap terlibat dalam pengaturan skor per pertandingan.

Gunawan menyebutkan bayaran tersebut dilakukan pada pertandingan klub Persipur Purwodadi yang berlaga di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di tahun 2013. Lebih dari itu, bahkan klub-klub lain yang bermain di level kompetisi yang lebih tinggi dari Divisi Utama bisa mendapatkan uang lebih besar dari Rp 400 juta.

"Oh iya jelas, (kalau ISL) lebih besar," kata dia.

Namun Gunawan mengaku tidak tahu berapa nilai yang dibayarkan untuk pengaturan skor dalam klub ISL.

Pelatih yang menukangi Persipur Purwodadi sejak 2012 itu juga mengungkapkan bahwa hampir setengah dari klub yang berada di Divisi Utama terlibat praktik pengaturan skor.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya