Berita

Keyakinan M. Qodari Jokowi Bukan Presiden Boneka Kian Terbukti

RABU, 17 JUNI 2015 | 22:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo telah menunjukkan bahwa dirinya bukanlah 'presiden boneka' seperti yang dituduhkan khalayak selama ini.

Direktur Eksekutif Lembaga Indibarometer, M.Qodari mengatakan bahwa sejak awal ia sudah yakin Jokowi bukan 'boneka. Tapi yang terjadi adalah Jokowi tak bisa langsung mengambil keputusan cepat karena dia tak memiliki parpol sendiri. Itu tentu berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya yang selalu memiliki parpol, lantaran menduduki jabatan penting di parpol.

"Sebetulnya, banyak keputusan Pak Jokowi itu menunjukkan otonominya yang luar biasa. Misalnya saja keluarnya Perpres Penetapan dan Penyimpangan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Itu kan demi pengendalian stok pangan dan harga. Beliau sadar, dengan itu dia tentu akan berhadapan dengan mafia. Tapi tetap dilakukan. Keputusan itu sangat luar biasa," jelas Qodari dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Rabu, 17/6).


Pada prinsipnya, lanjut Qodari, Jokowi selalu berusaha menunjukkan kemandirian dalam melaksanakan tugas sebagai seorang presiden. Apalagi, sejak masa kampanye pilpres, dia selalu dikait-kaitkan sebagai boneka orang lain.

Contoh nyata lagi, sambung Qodari, adalah keputusan Jokowi yang mengangkat Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI. Pemilihan itu dilakukan di bawah tekanan kuat agar calon panglima dari TNI AU. Begitupun dengan pencalonan Sutiyoso..

"Dalam konteks itu, bisa kita katakan Jokowi selalu berusaha mandiri, walau tak bisa sepenuhnya. Namun itu masih wajar karena dia memilih tak lari dari akarnya sebagai kader PDIP," jelas Qodari.

"Jadi itu sebabnya Pak Jokowi akan selalu mencari dukungan dari publik dan kelompok lain-lain. Tapi dia selalu berusaha dan berhasil melewati demi menjalankan presidensiil yang Konstitusional," tambah dia.

Hal senada disampaikan Heri Budianto dari Pollcom Institute. Ia mengatakan bahwa Jokowi secara jelas telah menjawab keraguan publik atas setiap upaya yang menyetirnya sebagai presiden. "Itu sudah dijawab secara perlahan oleh Presiden. Ada banyak contohnya," kata Heri.

Menurut dia, Jokowi sangat pintar dalam menjaga kemandiriannya sebagai presiden, dengan selalu berusaha menyeimbangkan keinginan publik luas dengan aspirasi para parpol serta relawan pendukung.

"Publik itu hanya ingin pemerintahan baik, bisa menempatkan orang kapabel. Dalam artian, publik ingin presiden membuat kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Itu yang harus dijalankan," tandasnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya