. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyambut langsung kedatangan atlet bulutangkis ke tanah air di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (17/6). Imam berjanji akan secepatnya memberikan bonus kepada para atlet sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Menumpang pesawat bernomor GA 829, tim bulutangkis yang berjumlah 26 orang itu tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 14.30 WIB. Kedatangan mereka langsung disambut dengan pengalungan bunga dari Imam untuk atlet muda Jonatan Christie, kemudian disusul atlet lainnya. Hadir juga bersama kontingen Chief de Mission Taufik Hidayat.
Selain itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik, Wakil Ketua KONI K. Inugroho, dan pengurus-pengurus PBSI juga terlihat di sana.
Tim bulutangkis Indonesia membawa pulang tiga medali emas di ajang SEA Games 2015. Hasil tersebut melebihi target awal yang dipasang PP PBSI yaitu dua emas.
"Saya bersyukur bisa melihat wajah langsung pebulutangkis kita yang telah melampui target yang diharapkan. Ini tentu kerja keras, ketekunan, dan bahkan ini cita-cita yang harus dipertahankan dan perbaikan di masa akan datang,†kata Imam mengawali sambutannya.
"Pemerintah akan menyiapkan bonus secepat mungkin. Kami sudah bilang sebelum isu lebaran belum mencuat, bonus agar segera disiapkan,†kata Imam Nahrowi.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada para atlet yang belum meraih prestasi jangan berkecil hati.
"Kalian tetap semangat. Yakin prestasi esok akan gemilang,†katanya.
Ditanya soal berapa bonus yang akan digelontorkan untuk para peraih medali emas, perak dan perunggu, Imam menegaskan nilainya sangat cukup. "Pokoknya nanti saja yang pasti jumlahnya sangat cukup," ujarnya.
Sementara itu Taufik Hidayat berharap para atlet semakin termotivasi untuk tampil lebih baik di masa mendatang."Saya harapkan yang belum berprestasi semakin termotivasi untuk tampil lebih baik di SEA Games mendatang," jelasnya.
Disinggung soal evaluasi SEA Games Singapura dimana Indonesia hanya menempati peringkat Lima dan jauh dari target, Taufik menyebut untuk saat ini belum bisa memberikan penjelesan.
"Soal evaluasi itu nanti saja. Kami sedang menyusunnya," ucap Taufik berkilah.
[sam]