Berita

mahfudz Shiddiq/net

Politik

Inilah Tugas Tim Pengawas Intelijen Bentukan Komisi I DPR

SELASA, 16 JUNI 2015 | 13:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembentukan Tim Pengawas Intelijen sejatinya didasarkan pada Rancangan Peraturan DPR RI yang diketok pada 29 September 2014. Dalam putusan itu, Komisi I DPR RI punya tugas memilih anggota dari setiap fraksi untuk dimasukkan ke dalam Tim Pengawas Intelijen Negara.

Begitu ditegaskan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 16/6).

Politisi PKS ini melanjutkan bahwa pembentukan tim akhirnya mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono. Kala itu, anggota parlemen yang berbasis partai politik dikhawatirkan bisa membocorkan rahasia penting negara.


Mahfudz pun meluruskan bahwa tim pengawas sejatinya bertugas untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap proses intelijen yang sedang berlangsung.

"Kalau ada operasi intelijen yang terindikasi melanggar UU dan salah gunakan kekuasaan, maka tim pengawas bisa bekerja melakukan investisgasi, tapi secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan negara," ujarnya.

Untuk menjaga kerahasiaan itu, lanjut Mahfudz, tim pengawas yang terdiri dari perwakilan fraksi akan disumpah dalam rapat paripurna.

"Tim ini mewakaili fraksi, yang diangkat dan disumpah di Paripurna, salah satu hal untuk menjaga kerahasiaan data intelijen. Memang tidak sembarangan, tidak sepeti panitia angket yang tidak ada disumpah, ini sangat khusus," tegasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya