Berita

Olahraga

Mantan-mantan Pemain Timnas Suarakan Keprihatinan

SENIN, 08 JUNI 2015 | 06:57 WIB | LAPORAN:

Sekitar 30 mantan pemain Timnas sepakbola Indonesia berkumpul melakukan silaturahim, sekaligus menyuarakan keprihatinan nasib sepakbola saat ini di Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.

"Saya ingin Menpora maupun PSSI duduk bersama menyelesaikannya tanpa arrogansi," kata kiper Timnas era 1960-70-an, Yudo Hadiyanto.

Menurut Yudo, kedua belah pihak jika ingin memperbaiki sepakbola Indonesia harus duduk bersama. Tidak seperti sekarang ini seperti air dan minyak.


"Tinggalkan masa lalu dan jangan saling menyalahkan. Kalau ingin memperbaiki sepakbola ini," ucapnya.

Selain Yudo, ada legendaris lainnya seperti Rony Paslah, Purwono, Hermansyah (kiper),  Paryono,  Junaidi Abdillah, Sueb Rizal, Oyong Liza,  Risdianto, Simson Rumah Pasal, Roby Binur, Dede Sulaiman, Suapri, Rully Nere, Nasir Salasa, Hery Kiswanto, Elly Idris,  Berti Tutuarima, Johny Fahamsyah, Bambang Nurdiansyah, Sudirman, Aditya Darmadi, Joko Irianto dan lainnya.  Hadir pula mantan manajer dan pengurus PSSI seperti Dimas Wahab, Ismet Tahir serta Rahim Sukasah. Sejumlah wartawan senior seperti Sumohadi Marsis, M. Nigara maupun Ian Situmorang. Tampil sebagai pemandu acara, aktivis olahraga  Ari Sudarsono.

"Acara ini bermula dari obrolan saya dengan Johny Fahamsyah dan Bambang Nurdiansyah," kata salah satu penggagasnya, Yanto Herlambang.

"Alhamdulillah segera terkumpul, walaupun belum semua hadir," ucapnya.

Kemudian mereka menyuarakan dunia sepakbola Indonesia yang kini di-suspend FIFA setelah sebelumnya dibekukan Menpora Imam Nahrawi. Poros Halang Timas 1970-an, Oyong Liza menyebut tidak adanya pengurus PSSI dari mantan pemain nasional misalnya. Dia juga berharap, kondisi sanksi FIFA segera diselesaikan dengan kebijakan Menpora dan PSSI.

Sementara itu mantan pengurus klub sepakbola Indonesia Muda, Dimas Wahab menyebut sepakbola Indonesia sudah hancur sebelum dibekukan Menpora dan disanksi FIFA.

 "Tim Transisi jangan terlalu lama bekerja," katanya.

Mereka sebaiknya segera kumpulkan anggota PSSI, tapi bukan pengurusnya untuk membuat aturan main, dan membentuk klub untuk mengisi Timnas.

"PSSI bekerja untuk sepakbola, tetapi tetap menempatkan posisi pemerintah sesuai porsinya," katanya lagi.

Sementara itu M Nigara meminta pemerintah, dalam hal ini Menpora jangan hanya mendengar saran yang salah.

"Kalau memang tahu ada hal buruk di PSSI, mafia sepakbola, tunjuk saja berikut bukti-buktinya," sebutnya.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya