Nasaruddin Umar/net
Nasaruddin Umar/net
BULAN Ramadhan bagi umat Islam betul-betul bulan dahsyat. Dalam lintasan sejarah dunia Islam, ternyata hampir semua sejarah monumentalnya terjadi di dalam bulan suci ini. Di antara sejarah monumental itu ialah: Pertama kali Al-Qur’an diurunkan dan sekaligus menandai pelantikan Muhammad Saw, sebagai Nabi, kemenangan besar pasukan Rasulullah di dalam Perang Badr yang bersejarah itu, bertepatan tanggal 17 Maret 624M/17 Ramadhan tahun ke-7 H. Perebutan kembali kota Mekah (fathu Makkah), Ramadhan 8 H; perjTqfanjian Tsaqifyang monumental itu, terÂjadi dalam bulan Ramadhan 9 H, Diplomasi Qadasiayah, yang membawa keuntungan besar bagi umat Islam, terjadi dalam Ramadhan 15 H., Penaklukan Rodesia, bulan Ramadhan 53 H., Perang Andalusia Spanyol, Ramadhan 91 H., Penaklukan kota Spanyol, Ramadhan 92 H., Runtuhnya Daulat Bani Umayyah yang dinilai sudah banyak korup digantikan rezim baru Bani Abbasia, Ramadhan 132 H., Pemisahan diri Mesir dari Dinasti Abbasia, Ramadhan 253 H. Pendirian Universitas Al-Azhar, Cairo-Mesir, Universitas tertua di dunia, didirikan dalam bulan Ramadhan 361 H. Oleh Dinasti Fatimiyah yang beraliran Syi'ah.
Di dalam bulan Ramadhan juga terjadi penaklukan pasukan Salahuddin al-Ayyubi menghalau pasukan Salib dan merebut kota Surya, Ramadhan 584 H., Pasukan Salib dikalahkan di Baibars, Ramadhan 675 H., Beberapa negara Islam memperoleh kemerdekaan dari penjajah dalam bulan Ramadhan, termasuk Negara Republik Indonesia, memproklamirkan kemerdekaannya dalam bulan Ramadhan yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945, dan sejumlah pusat kerajaan lokal di kepulauan Nusantara menyerah kepada sistem pemerinÂtahan yang bercorak Islam (Sultan), termasuk di antaranya Kerajaan Bone Sulawesi Selatan, kerajaan terakhir di kawasan Timur Indonesia menyerah ke pemerintahan baru bercorak yang Islam. Hingga kini NKRI bertahan karena dijiwai oleh bulan ramadhan.
Sulit dibayangkan begitu banyak peristiwa monumental yang terjadi di dalam bulan Ramadhan. Dalam keadaan berpuasa ternyata menjadi bulan kemenangan bagi umat Islam. Kita tidak bisa menjadikan puasa sebagai alasan untuk menurunkan prestasi. Keikhlasan, kesabaran, kejujuran, kepasrahan, keluhuran budi, dan feminitas yang terasa di bulan Ramadhan ternyata memberikan dampak positif di dalam sejarah dan peradaban Islam. Rasulullah Saw sendiri menunjukkan banyak hikmah di balik puasa, termasuk di antaranya ialah memelihara kesehatan, sebagaimana dalam hadisnya: Shumu tashihhun (berpuasalah kalian supaya sehat). Para dokter juga melihat kebenaran pernyataan Rasulullah tersebut. Ini membuktikan bahwa setiap perintah Tuhan pasti mempunyai hikmah positif bagi manusia. Tidak mungkin Allah Swt menurunkan suatu kewajiban di luar ambang batas kemampuan hambanya. ***
Populer
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02
Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35
UPDATE
Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38
Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14