Berita

Olahraga

Rahim Sukasah Sarankan Menpora dan PSSI untuk Lepaskan Masa Lalu

KAMIS, 04 JUNI 2015 | 08:52 WIB | LAPORAN:

Ketua Special Taskforce Millennium Football Development, Rahim Sukasah mengharapkan sebaiknya Menpora Imam Nahrawi dan PSSI cooling down dulu dan duduk bersama untuk membicarakan sanksi FIFA agar cepat dicabut.

"Menurut saya ini mungkin yang harus dilakukan kedua belah pihak. Karena kalau dua-duanya sama-sama keras dan menonjolkan ego masing-masing maka sepakbola kita akan tenggelam dan terkucilkan," ujar Rahim di Jakarta.

Mantan  manajer timnas dan Ketua BTN ini menambahkan keduanya harus berpikir ke depan dan melepaskan masa lalunya.


"Sudahlah tinggalkan masa lalu sekarang baik PSSI maupun Menpora harus berpikir bagaimana sanksi FIFA cepat dicabut," ucap Rahim.

Jatuhnya sanksi FIFA lanjut Rahim yang dirugikan bangsa Indonesia. Bukan orang perorang. Dalam hal ini tidak ada yang menang. Untuk itu dia berharap dua belah pihak marilah bersatu untuk membangun sepakbola Indonesia.

"Kita orang olahraga semua masalah olahraga hanya bisa diselesaikan dengan bahasa olahraga. Buanglah trik-trik politik," pintanya lagi.

Rahim yang juga mantan manajer Pelita Jaya ini mengaku prihatin dengan kondisi persepakbolaan di Indonesia. Atas sanksi FIFA ini akan berdampak terhadap banyak orang tidak saja pemain, pelatih dan wasit saja tapi juga semua pihak.  Apalagi lanjutnya, dalam waktu dekat ini kita akan menghadapi bulan Ramadhan dan kemudian Hari Raya.

"Ini yang harus dipikirkan Menpora maupun PSSI.Kalau berlarut-larut seperti sekarang ini kasihan mereka," sebut Rahim.

"Kita tidak usah saling menyalahkan. Semua harus intropeksi. Marilah berpikir untuk masa depan sepakbola kita," tambahnya.

Disinggung tentang rencana Menpora dalam hal ini tim transisi yang akan menggelar turnamen, Rahim mengatakan itu sah-sah saja. Namun perlu dipahami tidak mudah menggelar sebuah turnamen tanpa melibatkan PSSI. Karena perangkat pertandingan yang siap itu yang dimiliki oleh PSSI, ulasnya.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya