Berita

Olahraga

Tata Kelola PSSI dan FIFA Mirip

MINGGU, 31 MEI 2015 | 08:16 WIB | LAPORAN:

Ada kemiripan tidak transparannya tata kelola Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang terganjal kasus korupsi dengan manajemen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Keduanya tidak ada transparansi," kata anggota Tim Transisi, Zuhairi Misrawi dalam obrolan santai di Jakarta baru-baru ini.

Ia menyatakan sebagai pengelola sepak bola di Indoneisa, PSSI tidak melakukan transparansi yang terkait hak sponsor hingga pendapatan dari hak siar televisi. Sama seperti halnya dengan FIFA yang juga tidak melakukan transparansi terkait hak siar dan penyelenggaraan Piala Dunia.


"Kasus korupsi di FIFA mirip dengan yang terjadi di Indonesia (PSSI). Mulai dari hak sponsor, pendapatan hak siar," katanya lebih lanjut.

Ia menjelaskan, hasil rapat Tim Transisi yang digelar pada Jumat (28/5) pekan lalu , salah satu poinnya memutuskan untuk mencermati dengan serius apa yang sedang terjadi di tubuh FIFA dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk menelisik lebih jauh dugaan-dugaan pelanggaran hukum yang dimungkinkan terjadi di tubuh PSSI.

Selain itu, Tim Transisi juga akan menindaklanjuti hasil-hasil temuan Tim Sembilan terkait dugaan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI.

Seperti diketahui, sejumlah pejabat tinggi FIFA ditangkap oleh otoritas keamanan setempat di Zurich, Swiss, Rabu (28/5) atas perintah FBI.

Sejumlah pejabat tinggi yang ditangkap, termasuk Wakil Presiden FIFA, ditangkap atas sangkaan melakukan tindak pidana suap, pencucian uang, dan pemerasan.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya