Berita

Zuhairi Misrawi/net

Olahraga

Poinnya Bukan Sanksi FIFA, Tapi Pembenahan Tatakelola Sepakbola

SABTU, 30 MEI 2015 | 07:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Tim Transisi juga mempelajari kasus-kasus yang terjadi di negara lain dalam membenahi sepakbola nasional. Ada beberapa federasi sepakbola yang diintervensi oleh pemerintah mereka kemudian terhindar dari sanksi FIFA.

Salah satunya, pemerintah Australia yang pernah melakukan intervensi terhadap federasi sepakbola di negaranya.

"Sebut saja beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Australia, Lebanon, semua negara yang federasi sepakbolanya diintervensi, prestasinya melesat," kata Zuhairi Misrawi, anggota Tim Transisi dalam acara Ngobrol Bareng soal Kebangsaan, kemarin (Jumat, 29/8).


"Maka itu, kami akan belajar langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Australia. Bahkan, mereka mengubah secara ekstrem federasi sepakbolanya. Hasilnya sekarang mereka berprestasi. Selain itu, kami juga pelajari Jepang dan Korea," tambah pria yang menjabat sebagai koordinator kelompok kerja komunikasi Tim Transisi itu.

Zuhairi menambahkan, semestinya masyarakat Indonesia tidak perlu takut sanksi dari FIFA. Poinnya bukan soal sanksi, tapi membenahi tatakelola sepakbola.

"Saya melihat temuan Tim Sembilan, jadi merasa miris sekali. Bagaimana bisa seorang sekjen PSSI menjadi ketua PT Liga (Indonesia), banyak peraturan FIFA dan PSSI yang dilanggar. Jadi, menurut saya memang harus ada terapi yang sangat darurat dari kita semua untuk memperbaiki tatakelola," tegasnya.

Namun, Zuhairi berharap Indonesia tidak disanksi. Tapi kalau tetap disanksi, pihaknya akan bekerja keras untuk membenahi sepakbola nasional.

Di sisi lain, dalam acara diskusi tersebut memang membahas tema seputar refleksi Hari Kebangkitan Nasional serta adanya gonjang-ganjing persepakbolaan nasional dan internasional. Itu berkaitan dengan kedaulatan sebagai Bangsa yang tergabung dengan FIFA. [rus]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya