Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) yang baru terbentuk, berambisi melahirkan petinju Indonesia yang bisa berprestasi tingkat dunia.
Menurut Ketua Dewan Pengawas FTPI, Yance Rahayaan, pihak pemerintah masih memandang sebelah mata terhadap dunia tinju di Indonesia, yang berdampak menurunnya prestasi atlet semenjak lahirnya Nico Thomas, Ellyas Pical dan terakhir Chris John.
"Kami melihat, olahraga tinju kita sedikit mengalami penurunan setelah hilangnya Ellyas Pical, Nico Thomas dan Chris John. Kami ingin membuat program pembinaan untuk meningkatkan tinju profesional, mulai tingkat daerah hingga nasional. Kami berharap mendapat dukungan dari Kemenpora dan BOPI," kata Yance di Jakarta, Kamis malam (28/5).
FTPI menggandeng Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk bersama-sama menciptakan petinju profesional kelas dunia.
"Kami rangkul juga Ellyas Pical masuk sebagai pengurus, karena kami ingin membantu petinju Indonesia kembali berjaya di dunia internasional seperti eranya. Ada juga beberapa nama mantan juara dunia yang bersedia menjadi pengurus FTPI, selain Ellyas Pical, ada pula Chris John," papar Yance.
Ketua FTPI Neneng Artuty mengaku optimistis bisa memunculkan petinju profesional Indonesia bergelar dunia, dan akan menggandeng promotor untuk memperbanyak laga tinju di Tanah Air. Sebagai organisasi baru, FTPI akan melebarkan sayapnya di seluruh pelosok Tanah Air. Organisasi baru ini juga akan menggelar pertarungan tinju profesional bekerja sama dengan stasiun televisi swasta.
[wid]