Daud Yordan sangat mewaspaÂdai Maxwell Awuku yang akan menjadi lawannya pada duel berÂtajuk 'Track to the Champions' di GOR DBL, Surabaya, Sabtu 6 Juni mendatang.
Cino-nama ring Daud Yordan mengakui petinju asal Ghana itu adalah lawan berat. Awuku lebih berbahaya dari Ronald Pontillas yang dikalahkannya pada akhir tahun lalu.
"Kalau dibandingkan dari laÂwansebelumnya saya melihat dia lebih kuat," katanya kepada Rakyat Merdeka jelang latihan rutin di aula PB Pertina, GBK Senayan, belum lama ini.
Petinju dari Sasana Kayong, Kalimantan Barat ini mengetahui lawannya terbiasa melakukan latihan berat. Dalam bertanding pun Awuku sangat susah untuk dirobohkan.
"Lawan sudah biasa main 12 ronde. Selain kuat, kelebihan Awuku itu punya pertahanan yang bagus. Dia bisa memberiÂkan kejutan-kejutan."
Menilik rekor kedua petinju, Awuku telah 43 kali berlaga dengan 40 kali menang yang 26 di antaranya menang KO. Awuku hanya mengalami dua kekalahan satu satu kali seri. Sedangkan Daud Yordan memiliki rekor 33 menang dengan 24 diantaranya menang KO dan tiga kali kalah.
Sadar lawannya memiliki jam terbang lebih tinggi, Daud pun berusaha menyiapkan jurus-jurus mengantisipasi serangan-serangan tak terduga dari lawanÂnya. "Saya sudah latih tanding melawan empat petinju Natalius, Defry Paulu, Iwan Zoda dan Edin Diaz. Bertahap sudah mulai ditinggalkan sesuai program."
Selama ini pemegang gelar ad interim kelas ringan WBO Asia Pasifik ini mengukur gerak lawannya dari rekaman video. Dari situ Cino membuat peÂrubahan perbekalan. Bila sebeÂlumnya pertahanan menjadi fokus, kali ini Cino akan aktif menyerang.
"Fokus pertahanan pasti tapi, fokus utama saya sekarang meÂnyerang. Saya menyiapkan style mengurung lawan dengan masuk kebagian depan lalu mengeluarÂkan kombinasi."
Sembilan hari jelang laga, latihan sudah memasuki tahap ringan yang terbagi menjadi dua waktu, pagi pukul 06:00-08:00 WIB dan sore dari pukul 16:00- 18:00 WIB. Sementara siangnya digunakan untuk pemanasan.
Latihan berat seperti sparring partner sebagai ujian sudah dilaÂluinya. "Walaupun ringan, kita harus mendisiplinkan waktu dan porsi istirahat harus cukup untuk mendapatkan hasil sempurna."
Sehari sebelum laga, dua petinju akan melakukan sesi timbang badan, di GOR DBL Surabaya. Setelah itu keesokan harinya Daud bakal beraksi untuk mempertahÂankan gelarnya. ***