Berita

Toto Wolff/net

Olahraga

Gagal Juara di Monaco Hamilton Maafkan Wolff

Formula One
SELASA, 26 MEI 2015 | 10:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bos Mercedes, Toto Wolff berani bersikap ksatria mengakui kesalahan timnya yang membuat Lewis Hamilton gagal merebut juara di Grand Prix, Monaco, akhir pekan lalu. Sang pebalap pun dengan lapang dada menerimanya.

"Kami mengambil perhitungan yang salah. Kesalahan itu terjadi pada tim dan saya meminta maaf. Hamilton pebalap besar, saya yakin dia mema­haminya," kata Wolff dikutip BBC, kemarin.

Kesalahan yang dimaksud adalah saat Hamilton memasuki pit stop di lap ke-62, tim meka­nik mengganti ban Hamilton dengan memakan waktu yang lebih lama dari biasanya.


Dalam perhitungan Mercedes, Hamilton akan bisa kem­bali memimpin saat masuk lagi ke lintasan. Tapi, ternyata meleset. Saat kembali ke trek, Hamilton berada di belakang Nico Rosberg dan Sebastian Vettel.

Di delapan lap yang tersisa, Hamilton tak mampu menyalip di lintasan jalanan yang dikenal sempit itu. Pada akhirnya dia harus puas finis di posisi ke­tiga. Kemenangan pada balapan kemarin menjadi milik rekan setimnya, Rosberg.

Ini menjadi prestasi ketiga Rosberg di Monaco dalam tiga musim terakhir sekaligus me­nyamai torehan legenda Ayrton Senna.

Hamilton tampak tak mampu menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam. Namun pebalap asal Inggris itu juga tak bisa mengekspresikan memaaf­kan Wolff dan tim yang telah­membuatnya gagal menjuarai serie lanjutan Formula One (F1) 2015, Grand Prix Monaco.

"Ini bukanlah balapan mu­dah, tetapi tim telah bekerja luar biasa sepanjang tahun. Kami menang dan kalah bersama. Saya bersyukur mereka telah bekerja sangat baik dan selamat kepada Rosberg dan Vettel," jelas Hamilton.

Hasil di Monako memang tak menggoyahkan posisi Hamilton di puncak klasemen pebalap dengan raihan 126 poin. Tapi keunggulannya dari Rosberg kini terpangkas menjadi tinggal 10 poin saja. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya