Berita

ilustrasi/net

Tax Amnesty Jadi Konsep Rekonsiliasi Nasional untuk Bangun Ekonomi Bangsa

SELASA, 26 MEI 2015 | 07:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Perbankan Indonesia memerlukan inovasi pembiayaan. Apalagi, para deposan di perbankan nasional paling banyak adalah deposan jangka pendek.

Karena itu, anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem, Johnny G.Plate, mendukung beberapa inovasi, termasuk salah satunyan tax amnesty untuk repatriasi dana WNI di luar negeri.

"Kalau tidak salah jumlahnya Rp 3000-an triliun. Kalau direpatriasi bisa dijadikan sumber dana jangka panjang juga," kata Johnny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 25/5).


Sementara itu, menurut anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar, M.Misbakhun, tax amnesty adalah kesempatan langka. Menurutnya, konsep tax amnesty tidak bisa hanya mengenai capital repatriation, tapi juga sebuah konsep menyeluruh menjadi rekonsiliasi nasional.

"Tagihan pajak dinolkan, dikecualikan yang tindak pidana. Seperti narkoba dan terorisme," kata Misbakhun.

Sedangkan dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, mengatakan bahwa wacana tax amnesty adalah sebagai titik rekonsiliasi bangsa untuk sama-sama komitmen membangun perekonomian bangsa. Tentu saja, wacana tax amnesty bukan berarti bahwa warga negara yang memperolehnya sama sekali tak mendapatkan denda atau pinalti atas kealpaan selama ini.

"Pinalti tersebut berlaku demi memberikan rasa keadilan bagi yang membayar pajak selama ini. Yang kedua juga harus ada kepastian hukum, apakah hukum pidana umum dan pidana pajak, dan sebagainya," kata Ara, demikian ia disapa.

Secara praksis, lanjut Ara, tax amnesty akan sangat membantu negara lepas dari beban penerimaan pajak yang targetnya belum terpenuhi selama kuartal I 2015. Sehingga tax amnesty adalah terobosan bertujuan menarik kembali uang milik rakyat Indonesia yang selama ini terparkir dan beredar di luar negeri, dan masuk ke sistem keuangan nasional.

"Sehingga devisa kita meningkat, nanti BI rate juga tentu akan bisa turun. Dan bunga kredit bagi para pengusaha Indonesia akan juga turun. Bunga kredit Indonesia kan tinggi. Tentunya ini akan membuat back side dari pengusaha kita akan makin meningkat," jelas dia.

Ke depan, kebijakan tax amnesty sebaiknya dipadukan dengan berbagai kebijakan yang efek jangka panjangnya bisa membuat Indonesia mampu bersaing secara utuh dalam kompetisi perekonomian global. Ara pun  mengingatkan bahwa banyak negara asing yang tidak akan suka dengan kebijakan tax amnesty di Indonesia. Sebab selama ini mereka mendapatkan dana murah dari hasil simpanan warga Indonesia.

"Mereka tidak senang karena uangnya akan kembali ke Indonesia. Sebuah kebijakan ada plus minusnya. Tapi saya yakin kebijakan tax amnesty ini lebih banyak plusnya," demikian Maruarar Sirait. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya