Berita

faisal basri

Zulkifli Hasan Heran dengan Orang Seperti Faisal Basri

SELASA, 26 MEI 2015 | 00:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan ketidaksetujuannya terhadap ekspor bahan mentah. Terutama yang terkait dengan minerba, seperti emas, bauksit dan hasil tambang lainnya.

Ketua Umum DPP PAN yang akrab disapa Zulhas ini mengibaratkan mengekspor barang mentah sama seperti menjual tanah air.

Apalagi, dia menambahkan, ekspor bahan mentah sudah dilarang berdasarkan UU 4/2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara (Minerba).


"Sesuai dengan UU tersebut, diharuskan dibangun smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian mineral) di Tanah Air, yang bisa menghasilkan nilai tambah. Dengan dibangunnya smelter tersebut juga akan menyerap banyak tenaga kerja," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, (Senin, 25/5).

Untuk jangka pendek, pembangunan smelter memang tidak memberikan hasil seketika. Tetapi untuk jangka panjang jelas ini sangat menguntungkan.

Karena itu, dia merasa heran jika ada pihak yang tetap setuju mengkekspor bahan mentah, khususnya minerba, sebagaimana pendapat yang diutarakan Faisal Basri. "Kita ini sudah saatnya, tidak lagi menjual tanah air," tandasnya.

Zulhas tak merinci soal Faisal Basri tersebut. Tapi kuat dugaan hal ini terkait dengan tudingan Faisal Basri bahwa mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai biang keladi kekacauan industri bauksit nasional saat ini.

Menurut dia, pada awal 2014 lalu peranan Hatta yang juga mantan Ketua Umum DPP PAN ini melarang ekspor bauksit sangat besar. Larangan itu seiringi munculnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 terbit pada tanggal 12 Januari 2014.

Faisal yang berbicara di dalam acara Kompasiana Seminar Nasional bertema "Kondisi Terkini, Harapan dan Tantangan di Masa Depan Industri Pertambangan Bauksit dan Smelter Alumina Indonesia" di Jakarta, Senin (25/5), mengatakan aturan yang didalangi Hatta itu membuat industri bauksit nasional hancur lantaran semua perusahaan bauksit tak lagi diperbolehkan mengekspor bauksit yang merupakan bahan mentah pembuatan aluminium.

Seperti diberitakan Kompas.com, Faisal mengatakan pelarangan ekspor bauksit dibuat Hatta atas permintaan perusahaan aluminium terbesar Rusia, yaitu UC Rusal, yang saat itu berencana menanamkan investasinya di Indonesia untuk membuat pabrik pengolahan bauksit (smelter alumina) di Kalimatan.

Akibat pelarangan ekspor bauksit itu, kata Faisal, sebanyak pasokan 40 juta ton bauksit dari industri nasional untuk dunia internasional menghilang. Dampaknya, kata dia, harga alumina Rusal di dunia internasional melonjak. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya