Indonesia efektif akan dijatuhi sanksi oleh FIFA tertanggal 30 Mei mendatang. Kecuali, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencabut pembekuan PSSI sebelum Kongres FIFA yang berlangsung tanggal 29 Mei ini.
"Saya tadi (kemarin) berkomunikasi dengan James Johnson. Kata dia efektif Indonesia akan dijatuhi sanksi oleh FIFA tertanggal 30 Mei. Kecuali, Menpora mau mencabut surat pembekuan PSSI sebelum tanggal 29 Mei ini," ujar mantan Komite Etik FIFA, Dali Tahir tadi malam (Kamis, 21/5).
James Johnson sendiri menjabat sebagai Manajer Member Asosiasi di Federasi Sepakbola Dunia
"Kata dia bila tidak ada perubahan hingga tanggal 29 Mei nanti. Maka sanksi akan jatuh," jelas Dali.
Dali yang juga mantan anggota Exco FIFA selama delapan tahun itu berharap sebelum tanggal 29 Mei Menpora harus
legowo dan mencabut surat pembekuan PSSI. Bila tidak maka sepakbola Indonesia akan mati suri selama kurang lebih tiga sampai empat tahunan.
"Pemerintah harus menyelamatkan sepakbola Indonesia.Kecuali memang tidak ingin menjadi anggota FIFA. Itu tidak masalah. Hanya saja kita tidak mendapatkan manfaat atau keuntungan seperti sumbangan dana dari FIFA. Tidak bisa tampil di event-event internasional," jelasnya
Kerugian lain lanjut Dali, Indonesia selama beberapa tahun akan fakum dan mati suri. Karena untuk menjadi anggota lagi membutuhkan proses yang cukup panjang tidak serta merta Indonesia mendaftar langsung resmi menjadi anggota FIFA.
"Biasanya kalau di
suspend suatu negara mendapatkan hukuman selama dua tahun. Baru tahun ketiganya bila Indonesia ingin masuk sebagai anggota di ahas dulu dalam suatu Kongres FIFA," ulasnya.
Sekalipun diterima, lanjut dia, Indonesia tidak serta merta akan langsung sebagai anggota. Melainkan ditetapkan sebagai anggota sementara bukan
full member (anggota penuh). Itupun belum diperkenankan mengikuti turnamen resmi. Indonesia dalam status diawasi selama satu tahun.
"Kalau diterima ya dibahas dalam kongres berikutnya. Bayangkan berapa tahun Indonesia harus menunggu untuk menjadi anggota resmi," jelasnya.
Untuk itulah Dali menyarankan kepada Menpora untuk mempertimbangkan masak-masak atas apa yang sudah dilakukan.
"Berpikirlah dengan bijak jangan sampai suatu hari Menpora baru sadar atas kesalahan yang sudah dilakukan. Saya yakin ini karena ketidaktahuan saja. Dan kurang mendapatkan masukan yang benar," sebut Dali yang juga mantan Hubungan Luar Negeri PSSI ini.
Menurut dia, batas waktu tanggal 29 tinggal satu minggu lagi Indonesia masih ada kesempatan meskipun peluangnya kecil. Asalkan sebelum tanggal 29 Mei Menpora berani mencabut surat pembekuan PSSI.
[wid]