Langkah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menjadi penengah perseteruhan antara Kemenpora dan PSSI, disambut baik oleh pengamat sepakbola dan juga mantan pengurus PSSI, Dali Tahir.
Menurut mantan Komite Etik FIFA itu, tindakan PWI dinilai sangat tepat di saat keduanya tidak mau mengalah.
"Saya sangat mendukung tindakan PWI, memang saat inilah momen yang sangat tepat untuk tampil. Sebaliknya untuk Kemenpora dan PSSI harus melepaskan egonya masing-masing agar sepakbola Indonesia bisa diselamatkan. Keduanya harus menerima rekomendasi yang ditawarkan oleh PWI. Karena saya lihat rekomendasinya sangat bagus dan tidak merugikan salah satu pihak, "ujarnya.
Seperti diketahui dalam diskusi yang diikuti sejumlah wartawan yunior dan senior di Gedung Dewan Pers, Jumat (15/5) lalu, semua peserta sepakat agar Indonesia menghindari sanki dari FIFA. Karena itu PSSI dan Kemenpora diminta untuk saling mengalah dan duduk satu meja untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia. Caranya Kemenpora harus mencabut surat pembekuan PSSI, sedangkan PSSI harus mau menerima tim transisi yang dibentuk Menpora.
Menurut Dali, rekomendasi itu dinilai sudah cukup untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia. Apalagi dalam surat tertanggal 4 Mei lalu jelas-jelas FIFA tidak menginginkan adanya intervensi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Jalan satu-satunya adalah surat pembekuan Kemenpora yang dinilai sebagai bentuk intervensi Menpora harus dicabut.
"Saya yakin keduanya akan menerimanya. Apalagi Menpora. Karena kali ini yang menjadi penengah adalah PWI. Suara rakyat akan riskan bila Menpora maupun PSSI menolaknya," ucap Dali Yakin.
Mantan Komite Hubungan Luar Negeri PSSI ini menyarankan sebaiknya setelah keduanya menerima rekomendasi itu langkah yang harus dilakukan PSSI adalah melaporkannya kepada FIFA.
"Bukan Kemenpora yang melaporkan perkembangan itu. Tapi PSSI yang merupakan anggota FIFA. Minimal lesan dulu kalaupun langsung tertulis itu sangat bagus," jelasnya.
"Saya dengar Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti akan datang lebih cepat ke Kongres FIFA. Itu sangat bagus sambil membawa surat yang berisikan adanya kesepakatan kedua belah pihak yang ingin memperbaiki sepakbola di Indonesia. Dalam surat tersebut harus disebutkan bahwa Kemenpora telah mencabut surat pembekuan PSSI," tambahnya.
Dali yang juga mantan Chairman Brisbane Roar berharap setelah ini sudah tidak ada lagi perseteruan yang terjadi, kalaupun ada niat dari pemerintah dalam hal ini Menpora yang akan memperbaiki sepakbola Indonesia sebaiknya duduk bersama dengan PSSI.
"Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu sepakbola Indonesia," pungkasnya.
[wid]