Berita

desy ratnasari/net

Politik

Ketua PAN Dukung KPAI Polisikan Orang Tua UP dan NS

MINGGU, 17 MEI 2015 | 00:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Inisiatif warga Cibubur, Bogor, Jawa Barat dalam melaporkan kasus dugaan kekerasan pada anak mendapat apresiasi dari anggota DPR RI Desy Ratnasari. Menurutnya, pelaporan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain yang menemukan fenomena serupa.

"Jika terjadi kasus sama di tempat lain, masyarakat berperan untuk melaporkannya ke pihak berwenang. Alhamdulillah masyarakat di Cibubur sudah melakukan hal itu," kata Ketua DPP PAN Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu dalam keterangan yang diterima redaksi sesaat lalu (Sabtu, 16/5).

Desy menduga ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab munculnya kasus ini. Dugaan pertama, orang tua bermasalah secara psikologis yang dapat dilihat dari keadaan rumah dan anak-anak yang ditelantarkan. Kedua, dugaan orang tua mengalami masalah lain dan mungkin belum mampu menyelesaikan masalah tersebut, sehingga melampiaskannya melalui cara mengasuh anak.


"Untuk mengetahui secara pasti, perlu komunikasi intensif dengan UP dan NS, orang tua anak-anak itu," imbuhnya.

Pelantun Tenda Biru itu juga mendukung langkah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk segera melaporkan kedua orang tua itu ke pihak berwajib. Jika terbukti bersalah karena menelantarkan anak, mereka dapat dihukum 5 tahun penjara dan atau denda Rp 100 juta.

"KPAI juga harus mendampingi, mengawasi, mencegah, merawat dan memberikan konseling rehabilitasi terhadap UP dan NS. Selain itu, KPAI juga bisa menjadi fasilitator dalam pengembalian anak ke pengasuhan orang tuanya, dan jika orang tuanya dinyatakan tidak mampu maka pengadilan dapat menetapkan wali bagi anak-anak tersebut," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya