Berita

hinca panjaitan/net

Politik

Elektabilitas Kader Demokrat Digenjot Jelang Pilkada

SABTU, 16 MEI 2015 | 05:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kongres Partai Demokrat di Surabaya telah menghasilkan rekomendasi terkait pencalonan di pilkada serentak Desember mendatang. Kongres memutuskan akan mengutamakan kader untuk diusung dalam pilkada.

"Di Kongres salah satu komisi membahas pilkada. Jadi begitu selesai kongres, kami garap serius dengan mengutamakan kader yang memiliki elektabilitas tinggi," ujar Jurubicara DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan seperti dikutip JPNN (Jumat, 15/5).

PD, lanjutnya, akan melakukan survei terlebih dahulu  untuk memenuhi rekomendasi kongres. Baik terhadap kader yang saat ini menjabat kepala daerah dan masih memungkinkan diusung kembali, maupun terhadap kader yang mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala daerah.


"Terhadap yang sedang menjabat, kalau elektabilitasnya kurang, maka kami akan coba meningatkannya terlebih dahulu. Demikian juga terhadap kader yang belum menjabat namun mendaftar sebagai bakal calon, kami akan coba tingkatkan elektabilitasnya," ujar Hinca.

Menurut Hinca, elektabilitas sangat penting, karena penilaian langsung dari masyarakat terhadap para calon yang nantinya menjadi pemimpin di daerah masing-masing. Karena itu agar elektabilitas meningkat, perlu kerja nyata dari segenap kader PD dalam waktu yang memang sangat singkat menjelang pendaftaran calon kepala daerah, 26-28 Juli mendatang.

"Jadi kami benar-benar berkejaran dengan waktu. Karena itu Demokrat mendorong kader untuk maju. Sistem penjaringannya dari bawah. Untuk tiap daerah ada yang namanya tim enam. Masing-masing beranggotakan 2 pengurus DPC, 2 DPW dan 2 DPP. Hasil penjaringan akan dibawa ke DPP," ujarnya.

Dengan pola penjaringan yang dilakukan berantai, Hinca yakin calon-calon kepala daerah yang diusung Demokrat nantinya benar-benar merupakan tokoh-tokoh pilihan. Menurut rencana nama-nama bakal calon nantinya akan diumumkan sebelum pendaftaran dibuka. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya