Berita

kemenlu/net

Politik

Kemenlu Pastikan 16 TKI Kamboja Cuma Ditahan, Bukan Disandera

SABTU, 16 MEI 2015 | 01:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 16 warga Indonesia hanya ditahan di tempat mereka bekerja di Provinsi Kandal, Kamboja, bukan disandera. 

Hal ini sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri RI usai berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pnom Penh dan telah menemui pemilik kasino. Para WNI tersebut menurut Kemlu tidak disandera dan hanya dijadikan jaminan.

"Pihak KBRI di sana sudah bertemu dengan si pemilik kasino. Saya tekankan mereka tidak disandera, tetapi hanya ditahan tidak boleh keluar dari kasino sampai besok. Mereka diberikan pilihan, mau diselesaikan dengan ganti uang yang dilarikan penuh atau mereka akan dilaporkan ke polisi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Arrmanatha Nasir saat dihubungi (Jumat, 15/5).


KBRI berjanji akan melindungi para WNI yang hingga kini masih ditahan oleh majikannya itu. Negosiasi pun terus dilakukan agar 16 orang tersebut bisa segera bebas.

"KBRI meminta jangan sampai mereka menerima tindak kekerasan, dan si pemilik kasino setuju. 16 WNI itu diminta untuk mengganti penuh, namun mereka hanya mau mengganti Rp 800 juta saja. Saat ini pihak KBRI sedang melakukan perjalanan untuk melihat kondisi mereka," tutur Tata.

Sebelumnya, ke-16 TKI yang bekerja di perusahaan judi Chrey Thom Village, Sampov Poun Commune, Kon Thom District di Provinsi Kandal Kamboja dituduh melarikan uang perusahaan sebesar Rp 2,1 miliar. Pihak perusahaan yang merasa dirugikan kemudian menahan mereka. Namun beberapa kabar menyebutkan bahwa ke-16 TKI ini disandera oleh tempat mereka bekerja. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya