Berita

tantowi yahya/net

Politik

Disayangkan, Ide Poros Maritim Belum Sasar Kepulauan Seribu

JUMAT, 15 MEI 2015 | 23:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gagasan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang menjadikan laut sebagai pusat ekonomi lewat program poros maritim ternyata belum memperhatikan Kepulauan Seribu, yang notabene berjarak sangat dekat dengan ibukota negara.

Hal tersebut sebagaimana diutarakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta III Tantowi Yahya. Ia mengaku prihatin dengan keadaan masyarakat Pulau Seribu yang belum terkoneksi dengan baik dari sisi infrastruktur maupun transportasi.

"Mobilitas penduduk pulau menjadi terhambat dan terbatas karena ketiadaan transportasi antar pulau. Ada 105 pulau di gugusan Kepulauan Seribu, 11 di antaranya adalah pemukiman penduduk pulau yang jumlahnya sekitar 25.000 orang. Sampai saat ini penduduk mengandalkan transportasi pribadi seadanya yang tentu saja terbatas baik dari sisi jumlah maupun standar keamanan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi (Jumat, 15/5).


Wakil Ketua Komisi I itu prihatin dengan rendahnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Pulau Seribu. Padahal, Pulau Seribu menyimpan banyak potensi seperti perikanan dan pariwisata.

"Kepulaun Seribu menyimpan banyak potensi. Satu diantaranya adalah pariwisata, di samping perikanan yang sudah turun temurun dijalani warga. Pendapatan masyarakat nelayan sudah amblas pasca aturan penangkapan ikan yang sangat ketat sekarang ini. Banyak nelayan yang bingung mau kerja apa mengingat kemampuan mereka hanya itu. Di sinilah pariwisata menjadi opsi menarik. Banyak pulau yang bisa digarap sebagai objek wisata bagi masyarakat DKI, Banten dan bahkan dari mancanegara," lanjutnya.

Potensi pariwisata dari Pulau Seribu menurutnya sangat besar dan dapat berdampak signifikan bagi perekonomian Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, Pulau Seribu juga bisa menjadi alternatif wisata bagi warga Jakarta.

"Pembangunan pariwisata di kawasan Kepulauan Seribu akan menimbulkan multiplier effect. Penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk pulau yang masih banyak yang menganggur, mengurangi kemacetan ke arah Puncak dan Bandung menjelang akhir pekan karena masyarakat sudah mempunyai opsi lain untuk liburan. Dan sumber pendapat daerah yang menggiurkan bagi Pemprov DKI," tandas politisi Golkar itu. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya