Berita

Olahraga

Kemenpora Safari ke Persebaya 1927

SABTU, 09 MEI 2015 | 09:20 WIB

Setelah diumumkannya tim transisi pada Jumat (8/5) malam oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahwari, Kemenpora langsung menugaskan Asisten Deputi Organisasi Olahraga, Dody Iswandi dan Kepala Bidang Organisasi Prestasi Internasional, Edy Nurinda untuk melakukan pertemuan dengan Persebaya 1927.

Safari ini sebagai salah satu usaha rekonsiliasi sekaligus mencari data dan informasi yang lengkap terhadap klub tersebut.

"Dari pertemuan ini, kami mendapatkan banyak masukan dan informasi yang nantinya akan menjadi bekal oleh-oleh yang kami laporkan kepada Menpora," kata Asisten Deputi Organisasi Olahraga, Dody Iswandi seperti dilansir tim media Kemenpora di Jakarta, Sabtu (9/5).


Hasilnya akan didiskusikan dan telaah lebih dalam lagi oleh pihaknya dengan Menpora.

"Yang penting kita semua datang ke sini memiliki cita-cita yang sama untuk membenahi sepakbola Indonesia ke depan lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Direktur Persebaya 1927, Saleh Ismail Mukadar menyatakan senang dengan kedatangan rombongan dari Kemenpora. Kepada rombongan dari Kemenpora, Saleh menceritakan bagaimana sejarah perjalanan Persebaya mulai dari Ligina X (2004) yang ketika itu berhasil menjadi juara hingga kondisi yang terjadi sekarang.

"Sebenarnya tidak ada dualisme di Persebaya, tim Persebaya itu hanya satu yang lahir tahun 1927. Bahkan pada tahun 2012, Persebaya sekarang ini masih diakui oleh PSSI. Entah karena apa tiba-tiba Persebaya sekarang ini diambil alih dan muncul nama Persebaya yang lainnya," kata Saleh.

Ia berharap dari hasil pertemuan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk sepakbola Indonesia.

Tim Transisi bentukan pemerintah mendapatkan tugas yang antara lain mengambilalih tugas PSSI setelah dibekukan per 17 April lalu. Tim ini terdiri dari 17 personel yang memiliki latar belakang berbeda mulai walikota, politisi, mantan pejabat negara maupun militer, penggiat sepak bola Indonesia, pengusaha hingga artis.

Sebanyak 17 anggota Tim Transisi itu adalah FX Hadi Rudyatmo, Lodewijk F Paulus, Ridwan Kamil, Eddy Rumpoko, Ricky Yakobi, Bibik Samad Rianto, Darmin Nasution, Ceppy T Wartono, Tommy Kurniawan, Iwan Rukminto, Francis Wanandi, Saut H Sirait, Andrew Darwis, Farid Husaini,Zuhairi Misrawi, Dias Faizal Malik Hendropriyono dan Velix F Wanggai.[wid]


Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya