Berita

Fahri Hamzah: PBB Kampret, Wajar Pidato Jokowi Keras

SELASA, 28 APRIL 2015 | 18:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kalangan DPR kesal dengan sikap Sekjen PBB Ban Ki Moon yang meminta Indonesia membatalkan pelaksanaan hukuman mati terhadap sejumlah warga negara asing karena terkait kasus narkoba.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai jika memang intervensi yang dilakukan Ban Ki Moon tersebut didasari atas kemanusiaan, mengapa hal itu tidak dilakukan saat TKI dihukum mati. Terlebih intervensi dilakukan jelang eksekusi mati akan dilakukan.

"Nyawa Indonesia dia diam saja. PBB diam saja melihat politisi, wartawan, aktivis, dihukum mati di Mesir hanya karena perbedaan pendapat. Kampret kampret ini muak kita. Nggak usah ajarin soal kemanusiaan lah," kesal politisi PKS ini saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 28/4).


Fahri pun menilai wajar pidato Presiden Jokowi keras terhadap PBB dalam pembukaan KAA. Presiden dalam pidato itu dengan tegas mendesak ada reformasi di tubuh PBB.

Selain itu, seharusnya siapapun harus menghormati sikap pemerintah yang tegas menghukum mati terpidana narkoba. Sebab, efek dari penggunaan narkoba sangat tinggi. Ini terbukti dengan 50 orang harus merenggang nyawa karena narkoba setiap hari.

"Kejahatan terhadap nyawa balasannya nyawa. Sudah tepat karena itu kejahatan terhadap nyawa. Benar presiden menunjukkan kita tak main-main terhadap narkoba," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya