Berita

Olahraga

Ternyata Inilah Kronologi Pembekuan PSSI

SABTU, 25 APRIL 2015 | 11:38 WIB | LAPORAN:

Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga membekukan Persatuan Seluruh Seluruh Indonesia (PSSI) bukan tanpa pertimbangan yang matang. Ada syarat yang tidak dipenuhi PSSI sehingga Kemenpora mengambil langkah ekstrim itu.

"Mosok ini sarpinisasi, bukan. Ada kronologi, sebab akibat kenapa terjadi SP1, SP2, SP3. Kami sangat transparan selama ini," tegas Jurubicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto saat berbicara dalam talkshow akhir pekan di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4).

Bahkan menurut dia, boleh dikatakan Tim 9 bentukan Kemenpora yang paling terbuka selama ini. Terbukti, setiap kali rapat, media selalu diundang. Gatot pun memaparkan, sudah ada beberapa rekomendasi yang ditelurkan oleh Tim 9. Seperti belum lama ini ada MoU antara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Menpora, termasuk dengan polisi tapi belum terlaksana. Kemudian ada juga rencana pengadaan one single service.


"Juga sampai BOPI melakukan sesuatu, artinya untuk penetapan verifikasi itu juga dari Tim 9," imbuhnya.

Namun ia menekankan, tidak ada rekomendasi pembekuan dari Tim 9. Menurut Gatot, andaikata Djohar Arifin selaku ketum PSSI memberi respon pada saat SP1 dikeluarkan. Tapi nyatanya tidak dijawab dengan baik. Dalam SP1, Kemenpora meminta penjelasan PSSI yang membiarkan dua klub yang tidak memperoleh rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) ikut kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 pada 4 dan 5 April lalu. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Kemenpora pun mengeluarkan SP2 hingga SP3.

"Sebetulnya di UU hanya diatur SP1. Seharusnya begitu SP1 tidak menjawab, secara legimated kami bisa langsung eksekusi, tapi pemerintah itu kan ada fungsi pembinaan, pembinaan inilah yang kami lakukan. Kami berprasangka positif untuk berharap pengurus PSSI melakukan respon," ulasnya.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya