Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) terus berupaya menyosialisasikan ajang The Association For International Sport For All (Tafisa) yang akan digelar 6-12 Oktober 2016 di Jakarta. Salah satunya dengan beraudiensi ke Anggota Komisi X DPR di Jakarta Rabu Malam (22/4).
Ketua Formi, Hayono Isman menjelaskan, Tafisa World Games, bertujuan mencari kesenangan, kebugaran, sekaligus ajang promosi wisata dan budaya. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah setelah memenangkan bidding host Tafisa pada 2011 silam.
Sejauh ini, kata Hayono, ada 110 negara yang akan ikut dalam kompetisi olahraga internasional tersebut. Itu, lanjutnya, akan menjadi ajang Tafisa dengan jumlah negara peserta terbesar. Jumlah terbanyak sebelumnya saat Tafisa di Busan, Korea Selatan, 2008 silam.
Tafisa 2016 akan digelar pada 6-12 Oktober tahun depan dengan pusat penyelenggaraan adalah seluruh Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Sejauh ini, tukas Hayono, diperkirakan akan ada setidaknya 11,5 ribu peserta dari luar negeri dan 14 ribu dari dalam negeri.
Hayono menerangkan dalam ajang Tafisa, Formi akan menjadi jembatan bagi promosi olahraga yang merupakan budaya tradisional Indonesia.
"Kita punya Benjang (olahraga gulat asal Jawa Barat), dan banyak lagi," katanya.
Ia pun menambahkan, Indonesia lebih kaya akan olahraga tradisional dibandingkan negara lain. Namun, lanjutnya, olahraga-olahraga tradisional itu sebagian besar masih belum dikemas dengan baik. Akibatnya dikhawatirkan olahraga yang berasal dari daerah itu bisa punah. Atas dasar itu, Hayono mengutarakan TAFISA World Games 2016 akan menggunakan maskot Tarsius.
"Tarsius adalah endangered species (spesies hewan langka), primata kecil dari Sulawesi. Itu menjadi perbandingan untuk endangered culture," katanya.
Akan ada tiga kelompok besar cabang olahraga yang akan dipertandingkan untuk TAFISA yaitu olahraga tradisional atau rekreasi, kebugaran, serta petualangan dan tantangan. Selain itu, lanjutnya, sebelum menuju TAFISA, FORMI memiliki agenda Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang akan digelar pada 9-11 Oktober 2015 di Bali.
Ketua Komisi X Teuku Harsya pada kesempatan yang sama mengungkapkan dukungannya pada gelaran TAFISA. Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan Kemenpora maupun Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) agar pemerintah mendukung dalam pendanaan ajang ini.
"Pemerintah harus mendukung total dalam pendanaan, sehingga gelaran ini mendapat fasilitas, infrastruktur yang memadai pada hari-H nanti," kata Harsya.
[wid]