Berita

ilustrasi/net

Dunia

Larangan Penjualan Ikan ke Eropa Bisa Rugikan Thailand 1 Miliar Dolar AS Setahun

RABU, 22 APRIL 2015 | 16:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Thailand beresiko kehilangan keuntungan lebih dari 1 miliar dolar AS per tahun bila Uni Eropa memberlakukan larangan impor ikan dari negeri gajah putih itu.

Produsen makanan laut terbesar ketiga di dunia itu diketahui diberikan kartu kuning oleh Uni Eropa pada Selasa (21/4) karena dinilai gagal menekan penangkapan ikan ilegal.

Komisi Uni Eropa memutuskan akan mengeluarkan kartu merah pada Thailand yang bisa beurjung pada pelarangan impor ikan bila Thailand gagal membersihkan industri perikanan ilegal dalam waktu enam bulan ke depan.


Menteri Pertanian Thailand Pitipong Puengbun Na Ayudhya pada Rabu (22/4) menjelaskan bahwa larangan bisa bisa merugikan negara hingga 30 miliar baht atau setara dengan 1.25 miliar dolar AS bila penjualan ke Eropa dilarang.  

"Saya yakin bahwa sektor swasta kita, nelayan dan operator perikanan kita menyadari bahwa jika kita gagal untuk memecahkan masalah ini industri perikanan kita akan dihadapkan dengan beberapa masalah," katanya seperti dimuat Asiaone.

Industri perikanan Thailand diketahui menyumbang 40 persen dari ekspor makanan negara dan merupakan andalan perekonomian. Thailand sendiri dikenal sebagai negara industri udang adalah terbesar di dunia. [mel]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya