Berita

Olahraga

Kemenpora dan PSSI Merasa Paling Benar

RABU, 22 APRIL 2015 | 11:47 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Kesan merasa paling benar tampak lebih menonjol antara Kementerian Pemuda Olahraga dengan PSSI dalam menyikapi persoalan sepakbola nasional.

Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Reni Marlinawati berpendapat, dengan menertibkan sanksi adminitrasi terhadap PSSI, Menpora Imam Nahrawi telah mengambil langkah ekstrim.

"Ibarat ingin menangkap tikus di lumbung padi, Menpora justru membakar lumbungnya," kritik Reni dalam keterangan persnya, Rabu (22/4).


Begitu juga sikap PSSI, lanjut dia, yang tidak mengindahkan peringatan Menpora juga merupakan sikap yang tidak tepat. Sikap jumawa dan abai terhadap organ negara, tentu tidak tepat dilakukan oleh PSSI.

Di satu sisi, keputusan Menpora ini tentu akan memberi dampak secara langsung terhadap persepakbolaan di Indonesia. Ancaman sanksi oleh FIFA menjadi konsekuensi terburuk yang akan diterima oleh Indonesia. Seperti, Timnas Kelompok Usia Muda sampai jenjang senior tidak bisa berlaga di kalender FIFA.

Selain itu, klub-klub dari Indonesia juga terancam tidak bisa bermain di liga naungan FIFA. Demikian pula dana bantuan untuk bimbingan miliaran juga potensial dicabut FIFA. Tidak hanya itu, pemain Indonesia yang meniti karier di luar negeri terpaksa "dipulangkan, paparnya.

Dari sisi bisnis, dampak lainnya menurut Reni, sponsor berpotensial membatalkan kontrak karena meskipun liga berlangsung hanya akan menjadi liga antarkampung.

"Klub rugi, pemain rugi semua aspek dalam sepakbola juga akan mengalami kerugian," tekannya.

Atas kondisi ini, hemat dia, pemerintah dan PSSI dapat duduk bersama untuk mencari solusi atas polemik tersebut. Diharapkan kedua belah pihak dapat berembug dengan prinsip keseteraan yang intinya untuk kemajuan sepakbola nasional.[wid] 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya