Berita

Olahraga

Presiden Sebaiknya Dudukkan Bersama La Nyalla dan Menpora

SENIN, 20 APRIL 2015 | 10:16 WIB | LAPORAN:

Anggota Komite Eksekutif (EXCO) PSSI, Djamal Aziz, berharap Presiden Joko Widodo memanggil Ketua Umum PSSI terpilih, La Nyalla Mahmud Matalitti dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk duduk bersama membahas konflik yang terjadi dalam sepakbola Indonesia.

"Itu penting supaya konflik yang terjadi di antara dua elemen tersebut bisa selesai dan Saya berharap Presiden memanggil La Nyalla dan Menpora untuk duduk bersama menyelesaikan masalah demi kemajuan sepakbola Indonesia," kata mantan anggota Komisi X DPR ini kepada wartawan.

Kemenpora sebagai pemegang otoritas olahraga tertinggi di Indonesia sebelumnya mengeluarkan surat yang berisi pembekuan kepada induk organisasi sepakbola Indonesia itu dengan  memberi tembusan kepada Presiden supaya orang nomor satu Indonesia mengetahui kondisi persepakbolaan terkini.


Djamal justru senang jika nantinya Presiden Jokowi melihat surat tembusan itu dan nantinya, dengan pertemuan itu diharapkan konflik bisa selesai dan ujung-ujungnya prestasi sepakbola Indonesia bisa terkerek.

Sebelumnya, Kemenpora mengeluarkan Surat Peringatan sebanyak tiga kali. Sayangnya, ketiga Surat Peringatan (SP) tersebut tidak diindahkan PSSI. Hingga Kemenpora pun membekukan PSSI, di tengah-tengah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 di Surabaya.

Djamal berharap kedua belah pihak bisa bersinergi dalam waktu dekat. Menpora dan PSSI sanggup membawa persepakbolaan Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebab sepak bola merupakan hiburan rakyat yang murah dan lebih membumi di Indoensia.

Tentang rencana Kemenpora akan ambil alih kompetisi, Djamal justru heran dan mempertanyakan darimana dana yang akan digunakan. Seperti yang ditulis dalam surat keputusan, Kemenpora menyatakan akan membiarkan kompetisi tetap berjalan.
Kompetisi yang dimaksud mulai dari ISL, Divisi Utama, Divisi I, II, II berjalan. Namun, penyelenggaraannya disupervisi KONI dan KOI bersama Asprov PSSI dan klub setempat.

"Padahal Divisi I, II, dan III sudah tidak ada. Kalau orang kagetan ya seperti ini," kata Djamal Aziz.

Djamal mempertanyakan dari sisi pembiayaan. Ia merasa Kemenpora harus membutuhkan biaya yang tidak kecil untuk keinginan tersebut.

"Kalau mau mengambil alih atau diputar, berarti ada slot APBN untuk memutar kompetisi. Saya bekas anggota Komisi X DPR RI, saya tahu anggaran pemerintah untuk olahraga, pemuda, dan belanja pegawai. Apakah nanti hanya mengurus kompetisi? Berarti pemerintah juga bertanggung jawab seluruh timnas, untuk pemusatan latihan dan lain-lain."

"Terus, duitnya dari mana. APBN dari mana? Dirancang Bapenas dari mana. Anggaran tidak datang tiba-tiba, harus diprogres lewat Bapenas, departemen keuangan. Tidak tiba-tiba, termasuk prestasi," tambahnya.

Sementara itu Kemenpora dalam surat keputusannya menyebut bahwa biaya yang timbul akibat dari ditetapkannya Keputusan Menteri dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran/DIPA Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun Anggaran 2015.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya