Berita

Politik

Kemenpora Sebut Pernyataan FIFA Salah Kaprah

SABTU, 18 APRIL 2015 | 17:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut pernyataan FIFA, dalam surat yang dilayangkan ke Kemenpora, salah total. Pernyataan itu tertuang dalam surat balasan Kemenpora untuk FIFA pada Jumat (17/4). Surat balasan itu ditandatangani Sekretaris Kemenpora Alfitra Salamm.

Surat peringatan FIFA kepada Menpora Imam Nahrawi, FIFA mengancam akan menjatuhi sanksi kepada Indonesia bila intervensi pemerintah kepada PSSI terus berlanjut. FIFA menyebut wujud intervensi terlihat dalam tindakan BOPI yang memberikan kriteria tambahan kepada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

Poin intervensi itu yang kemudian disebut salah kaprah oleh Kemepora.


"Berkatian dengan pernyataan BOPI memaksakan kriteria tambahan, kami harus menginformasikan bahwa pernyataan Anda sepenuhnya salah," bunyi surat balasan Kemenpora itu .

Kemenpora menjelaskan bahwa BOPI justru membantu agar regulasi ditegakkan. Pasalnya, permintaan yang wajib dipenuhi Arema dan Persebaya tertuang dalam regulasi klub versi FIFA, AFC, dan PSSI.

"BOPI belum mengizinkan dua klub untuk ambil bagian di Kompetisi Indonesia Super League 2015. Sebab, kedua klub tak mampu menyerahkan dokumen yang sangat penting seperti pajak dan penerbitan izin usaha," sambung surat tersebut. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya