Berita

agum gumelar/net

Olahraga

Kata Agum, Kriteria Ketum PSSI Idealnya Seperti Ini

RABU, 15 APRIL 2015 | 09:22 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Umum PSSI dan Ketua Normalisasi, Agum Gumelar juga mengisyaratkan mendukung Joko Driyono menjadi PSSI 1. Menurut Agum, jabatan ketua umum PSSI itu adalah pengabdian dan pengorbanan.

"Di sini tempat mengabdi, mengorbankan pikiran, tenaga, uang, bahkan perasaan. Artinya ketua umum PSSI yang baru harus mempunyai dedikasi tinggi untuk membawa sepakbola Indonesia maju berprestasi," ungkapnya.

Kriteria kedua, menurut dia, ketua umum PSSI harus bisa menyesuaikan dengan tantangan kekinian.


"Sepakbola baik dunia atau pun tingkat nasional kita, sudah jadi industri dan mempunyai nilai jual sangat tinggi. Artinya diperlukan orang yang berwawasan manajer," imbuh Agum.

Kriteria ketiga, lanjut Agum, figur tersebut harus jadi mitra pemerintah. Menurutnya, pemerintah mitranya dalam pembinaan sepakbola di Indonesia adalah PSSI.

"Artinya, mitra itu bukan atasan bawahan. Jadi tidak hubungan yang kemitraan suatu kondisi saling mengancam. Itulah yang membuat saya sangat prihatin dengan adanya konflik Menpora dan PSSI," jelasnya.

Ditegaskan, PSSI bukanlah bawahan Menpora. Ke depan ketum PSSI haruslah seorang yang mampu menciptakan kemitraan yang baik dengan pemerintah. Syarat keempat, figur ketua umum yang bisa mempersatukan seluruh komponen sepakbola Indonesia.

"Persatukan semuanya. Inilah yang harus kita cari. Saya persilakan kepada anda kepada pemilih suara untuk memilih yang demikian di Kongres," pintanya.

Pernyataan Agum ini diamini dua pembicara lainnya dalam Diskusi Interaktif Jelang Kongres PSSI 2015 di Gedung Serbaguna, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin (Selasa, 14/4), yaitu Ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia GH Sutejo dan mantan pemain nasional Bambang Nurdiansyah.

"Kongres ini merupakan kongres yang bermartabat dengan berlandaskan hati nurani, untuk itu jika ada yang berani melakukan politik uang terhadap kami dengan niat membeli suara dari Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia, akan kami buka dan kami laporkan praktek suap itu ke media dan akan saya laporkan ke pak Agum Gumelar sebagai bentuk penolakkan atas money politic," ungkap Tedjo.[wid]


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya