Berita

neta s pane/net

Olahraga

Polda Jatim Perlu Cermati Potensi Bentrok Saat Kongres PSSI

SELASA, 14 APRIL 2015 | 10:27 WIB | LAPORAN:

Pihak kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur diharapkan mencermati dinamika yang akan berkembang di Kongres PSSI di Surabaya pada 18 April mendatang. Jangan sampai forum kongres yang akan memilih Ketua Umum PSSI itu berubah menjadi konflik atau bentrokan.

Ind Police Watch (IPW) melihat, situasi menjelang Kongres PSSI terlihat mulai memanas. Situasi itu akan makin panas jika pemerintah ikut cawe-cawe atau melakukan intervensi terhadap jalannya kongres.

"Indikasi kian panasnya Kongres PSSI itu semakin terlihat menjelang beberapa hari pelaksanaan kongres berlangsung," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan persnya, Selasa (14/4).


Menurut Neta, setidaknya ada tiga indikasi yang bisa membuat Kongres PSSI menjadi panas dan berpotensi konflik.

Pertama, tidak diizinkannya Persebaya dan Arema mengikuti ISL 2015 oleh Menpora dan BOPI.  Padahal, Persebaya dan Arema adalah klub legendaris dalam sejarah sepakbola nasional dan mempunyai banyak suporter fanatik. Sementara klub-klub lain yang juga bermasalah diizinkan Menpora dan BOPI mengikuti ISL 2015.Akibat sikap diskriminatif Menpora dan BOPI ini ISL 2015 dihentikan sementara. Kasus ini bukan mustahil akan menjadi masalah dan pemicu konflik, mengingat Surabaya adalah markasnya Persebaya dengan boneknya.

Kedua, intervensi Menpora dan BOPI kepada PSSI yang membuat FIFA mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia jika Menpora dan BOPI tak berhenti melakukan intervensinya.

Terkait ancaman ini, Menpora Imam Nahrawi malah mengatakan, tidak akan gentar menghadapi ancaman FIFA. Sikap Menpora ini dipastikan akan menimbulkan pro kontra di Kongres PSSI dan bisa berdampak pada bursa calon ketua umum.

Ketiga, jika dalam ISL 2015 saja Menpora melakukan intervensi, dikhawatirkan dalam proses pemilihan Ketua Umum PSSI intervensi akan terjadi lagi. Jika intervensi pemerintah terjadi dikhawatirkan proses pemilihan Ketua Umum PSSI akan diwarnai konflik. FIFA sendiri sudah meminta semua anggota asosiasinya untuk mengurus urusannya secara independen tanpa campur tangan pihak ketiga.

"Berbagai dinamika inilah yang perlu dicermati pihak kepolisian di Jawa Timur agar Kongres PSSI tidak berubah menjadi kegaduhan atau konflik akibat intervensi atau tarik menarik kepentingan politik," demikian Neta.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya