Berita

Politik

Mau Dipolisikan Kubu Ical, Golkar Agung Tetap Cuek

SENIN, 13 APRIL 2015 | 14:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Golkar kubu Agung Laksono mengacuhkan ancaman dipolisikan oleh kubu Ical, lantaran telah menggelar konsolidasi di Medan, Sumatera Utara pada 10 April 2015 lalu.

Bahkan Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Leo Nababan menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan konsolidasi di seluruh Indonesia. Pasalnya, kubu Agung menilai bahwa putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) itu tidak membuat SK Menkumham menjadi tak sah.

"Lho kami adalah pengurus Golkar yang sah sesuai SK Menkumham. Apa yang diputus sela oleh PTUN itu kan tidak membatalkan kepengurusan kami. Ya kami akan melakukan hak konstitusional kami konsolidasi terus ke seluruh Indonesia," kata Leo saat dihubungi wartawan di Jakarta (Senin, 13/4).


Lebih lanjut, Leo justru mempertanyakan legalitas Golkar Munas Bali yang ingin mempolisikan kelompoknya.‎ kubu Ical, lanjutnya, tidak dalam kapasitas ikut mencampuri Golkar kubu Agung.

"Apa dasarnya melaporkan kami ke polisi? Itu hanya orang-orang yang sedang panik saja," ujar Leo.

Leo menyatakan, jika konsolidasi yang dilakukan pihaknya di Medan adalah tidak sah, maka acara tersebut tidak akan berakhir dengan menghasilkan keputusan. Meskipun, dia mengakui, ada keributan saat konsolidasi sedang digelar.

"Buktinya konsolidasi kami selesai dan telah mem-Plt kan penguru DPD II se Sumut, yang diisi oleh kader lama dan baru. Biasa ada keributan kecil oleh beberapa oknum, tapi tak menggangu konsolidasi, itu kan dinamikan," tandasnya.[wid]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya