Berita

Olahraga

Menpora dan BOPI Dikritik Terlalu Jauh Urusi PSSI

SABTU, 11 APRIL 2015 | 07:32 WIB | LAPORAN:

Pengamat bola yang juga anggota tim 'Ad Hoc' Sinergis, Rahim Sukasah berpandangan bahwa sangat sah jika ada pihak yang ingin mengawasi kinerja PSSI. Tapi mengawasi bukan berarti harus mencampuri terlalu jauh urusan rumah tangga orang.

"Masing-masing rumah tangga memiliki aturan sendiri dan orang lain tidak boleh ikut mencampurinya," tegas Rahim di Jakarta kemarin (Jumat, 10/4).

Menurut dia, apa yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan BOPI saat ini dinilai terlalu jauh. Apalagi sampai harus memberikan hukuman kepada PSSI maupun klub yang bermasalah.


Apa yang dilakukan Menpora dan BOPI dinilai bukan sebagai upaya positif dalam membangun prestasi olahraga di Indonesia.Bekas manajer timnas ini menyebut seharusnya Menpora hanya sebagai suporting saja. Kalaupun ada kekurangan Menpora seharusnya memberikan masukan.

"Artinya masalah olahraga harus diselesaikan dengan bahasa olahraga," jelasnya.

Apalagi lanjut Rahim, PSSI memiliki aturan sendiri yang sesuai dengan  statuta PSSI dan FIFA. Bagaimanapun juga, PSSI adalah anggota FIFA yang harus patuh dengan aturan FIFA yang berlaku.

FIFA telah mengisyaratkan bahwa setiap induk organisasi yang menjadi anggotanya tidak boleh mendapat intervensi apapun dalam menjalankan organisasinya. Jika tidak, maka federasi tertinggi sepak bola di dunia tersebut bakal menjatuhkan hukuman.

Menurutnya lagi, jika ada pihak lain yang tidak sejalan dengan kinerja PSSI, lebih baik melakukan komunikasi langsung tanpa harus melakukan gerakan yang akan membingungkan publik sepakbola di Tanah Air.

"Selama untuk kepentingan prestasi sepakbola, ayo semua harus duduk bersama membicarakan masalah ini dengan baik-baik. Pasti ada jalan untuk untuk memecahkan setiap masalah," tegasnya.

Menpora, lanjut Rahim seharusnya bukan mengurusi PSSI. Banyak persoalan yang seharusnya dia selesaikan. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia dihadapkan dengan kegiatan internasional yakni SEA Games dan Asian Games.

"Dua event inilah menurut saya lebih penting. Apalagi saat ini gaung SEA Games saja belum kelihatan padahal tinggal beberapa bulan lagi," tukasnya.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya