Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Mbak Rachma: Megawati dan Jokowi Stop Jual Nama Soekarno!

SABTU, 11 APRIL 2015 | 02:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ajaran dan falsafah Soekarno yang digembar-gemborkan     PDIP dan Presiden Joko Widodo sewaktu berkampanye tidak ada yang pernah terlaksana. Bahkan saat ini pemerintah yang didukung oleh PDIP mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap liberal dan kapitalis. Seperti menaikkan harga bahan pokok dan menyerahkan harga minyak ke pasar.

Demikian disampaikan oleh putri pendiri bangsa Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri menanggapi pidato Megawati dalam kongres PDIP di Bali yang selalu membawa nama Soekarno sebagai acuan perjuangan.

"Saya prihatin kemarin Megawati menyebut Sokarno saat kongres PDIP Bali, tidak ada satupun ajaran Soekarno yang dijalankan. Soekarno hanya jadi komoditi partai!" ujarnya kepada wartawan di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta (Jumat, 10/4).


Untuk itu, Mbak Rachma, begitu ia disapa meminta PDIP dan Jokowi yang tidak pernah menjalankan ajaran Soekarno untuk berhenti menjual nama proklamator Indonesia dalam setiap pernyataan ke publik.

"Nonsense ajaran Soekarno diamalkan (PDIP dan Jokowi). Saya minta Megawati dan Jokowi stop jual nama Soekarno!" tegasnya.

Mbak Rachma juga mendesak Jokowi dan Megawati untuk segera kembalikan negeri ini sesuai jalur UUD 45. Selain itu, Jokowi juga diminta untuk segera mengusut tuntas kasus BLBI yang banyak merugikan uang rakyat.

"Dulu aset negara zaman Megawati banyak dijual, sekarang berani tidak Jokowi nasionalisasi. Jangan bawa Soekarno kalau tidak bisa," demikian Rachma. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya