Berita

megawati/net

Megawati Seperti Ingin Menggertak Jokowi

JUMAT, 10 APRIL 2015 | 06:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pidato Megawati Soekarnoputri pada acara pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan dapat dibaca sebagai peringatan keras yang ditujukan kepada Jokowi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin. Menurut Said, ketika Mega mengungkapkan rasa sakit hatinya karena berulang kali ditusuk dari belakang atau dikhianati secara politik, disitu sebetulnya dia sedang menyampaikan pesan kepada seseorang atau kelompok orang di internal PDI Perjuangan sendiri.

Pesan yang diselipkan oleh Mega itu, lanjut Said, tentu mustahil ditujukan kepada orang atau kelompok di luar partainya. Kalau disebut pengkhianatan, maka pastilah itu bertalian dengan soal janji dan kesetiaan. Dan orang di luar partai tentu tidak terikat pada janji dan kesetiaan kepada Mega dan PDI Perjuangan.


"Nah, saya menduga pesan itu ditujukan Mega kepada Jokowi sebagai kader PDI-P yang belakangan ini disebut-sebut berniat mengambil alih kepemimpinan partai dari tangan Megawati. Sebagai politikus senior Mega mungkin sudah membaca gelagat politik Jokowi itu," kata Said beberapa saat lalu (Jumat, 10/4).

Dengan demikian, sambung Said, Megawati seperti ingin menggertak Jokowi dan kelompok pendukungnya.

"Kalau diterjemahkan dalam bahasa yang lebih tegas, kira-kira melalui pesannya itu Mega ingin bilang: awas, jangan macam-macam kepada saya," demikian Said. [ysa]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya