Berita

Olahraga

PT Liga Terancam Sanksi Bertingkat

SELASA, 07 APRIL 2015 | 15:44 WIB | LAPORAN:


BOPI Konsisten Belum Rekomendasikan Persebaya dan Arema

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meluruskan simpang-siur pemberitaan soal hasil Rapat Kerja dengan Komisi X DPR-RI kemarin.

BOPI menegaskan bahwa mereka tetap konsisten belum merekomendasikan Persebaya Surabaya dan Arema Malang untuk mengikuti kompetisi ISL 2015 karena belum memenuhi kriteria legalitas.

BOPI menegaskan bahwa mereka tetap konsisten belum merekomendasikan Persebaya Surabaya dan Arema Malang untuk mengikuti kompetisi ISL 2015 karena belum memenuhi kriteria legalitas.

"Memang benar, dalam rapat kerja kemarin ada sejumlah catatan rekomendasi. Salah satunya, soal keikutsertaan Persebaya dan Arema di ISL 2015," jelas Ketua Umum BOPI Mayjen (Purn.) Noor Aman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/4).

Namun, jelas Nor Aman lagi, perlu digarisbawahi kata 'dipertimbangkan' dalam catatan raker antara Komisi X DPR RI dan Kemenpora kemarin adalah sebuah pertimbangan rapat untuk diputuskan oleh BOPI.

"Jadi, sampai sekarang kedua klub tersebut tetap tidak diperbolehkan main. Keputusan BOPI yang kemarin tetap berlaku. Kecuali dalam waktu dekat ini mereka sanggup menyelesaikan permasalahan mereka sesuai amanah rapat kemaren," tegasnya.

Noor Aman juga menyesalkan sikap PT Liga Indonesia yang tetap menggelar laga Arema vs Persija dan Persebaya vs Mitra Kukar, akhir pekan lalu. Sikap PT Liga itu dinilai melanggar rekomendasi BOPI. Apalagi sebelumnya PT Liga juga mengubah nama ISL menjadi QNB League. Rekomendasi yang mereka ajukan kepada BOPI adalah untuk ISL 2015.

"Akan ada sanksi bertingkat untuk PT Liga tapi semuanya tergantung Kemenpora," kata Noor Aman lagi.

Menurut Noor Aman, tidak mustahil sanksi itu berupa pencabutan rekomendasi bagi PT Liga sebagai operator kegiatan olahraga profesional di Tanah Air.

Sementara itu, sikap sejumlah anggota Komisi X DPR-RI yang sedemikian antusias memaksakan Persebaya dan Arema agar direkomendasikan mengikuti ISL 2015 mengundang rasa heran Sekjen BOPI Heru Nugroho.

"Saya heran kok mereka begitu ngotot walaupun sudah dijelaskan berkali-kali bahwa dua tim itu bermasalah dan BOPI ingin berupaya menegakkan asas profesionalisme dalam industri olahraga nasional. Ada apa sih sebenarnya?," Heru mempertanyakan.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Tak Lagi Menjabat, Anies Keliling Kampus Isi Ceramah

Senin, 09 Maret 2026 | 10:15

Pemerintah Diminta Turun Atasi Ancaman Kental Manis pada Anak di Aceh Tamiang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Tips Praktis Investasi Emas untuk Pemula, Cara Aman Lindungi Nilai Aset

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Prabowo Minta Laporan Progres Proyek 10 Universitas STEM dan Kedokteran di Hambalang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:03

Ramai Isu Pembajakan, Pandji Bakal Rilis Buku dari Spesial Show Mens Rea

Senin, 09 Maret 2026 | 10:01

Malam Takbiran dan Nyepi Barengan di Bali? Begini Cara Umat Menjaga Harmoni

Senin, 09 Maret 2026 | 09:54

Perkara Selebgram Nabilah O'Brien dengan Zendhy Kusuma Berujung Damai

Senin, 09 Maret 2026 | 09:52

JK Sarankan Prabowo Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 09 Maret 2026 | 09:42

Serangan ke KPK soal Kasus Gus Yaqut Dinilai Menyesatkan

Senin, 09 Maret 2026 | 09:36

Cadangan BBM Hanya 20 Hari, Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi dan Beban Fiskal

Senin, 09 Maret 2026 | 09:33

Selengkapnya