Berita

menpora/rmol

Olahraga

Indonesia Bidik Posisi Kedua di SEA Games 2015

SELASA, 07 APRIL 2015 | 13:24 WIB | LAPORAN:

Indonesia membidik posisi kedua pada perhelatan SEA Games 2015 di Singapura, Juni mendatang. Demi mendapatkan posisi tersebut, kontingen Merah Putih diperkirakan perlu menyabet 72 hingga 79 medali emas.

"Target  SEA Games 2015 adalah perbaikan peringkat ke posisi kedua dari posisi keempat pada SEA Games sebelumnya. Pada SEA Games 2015, estimasi peringkat satu adalah 92-98 medali emas, peringkat dua 72-79 medali emas, dan peringkat tiga 44-58 medali emas," kata Menpora Imam Nahrawi saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta (Senin, 6/4).

Target perbaikan peringkat cukup realistis bagi Indonesia. Sebab, pada SEA Games 2013 di Myanmar, Indonesia hanya menduduki peringkat keempat dengan mengumpulkan 32 medali emas, di bawah Thailand, Myanmar, dan Vietnam.


Dalam Raker bersama Komisi X DPR tersebut, Menpora turut didampingi jajaran pejabat Eselon 1 dan 2 Kemenpora serta BOPI. Diantaranya Sesmenpora Alfitra Salamm, Deputi Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, Deputi Kemitraan dan Harmonisasi Gatot Dewa Broto, Kabiro Humas Sriyono, Staf Khusus Bidang Olahraga M Khusen Yusuf, Staf Khusus Kemitraan dan Harmonisasi Faisol Reza, Ketua BOPI Noor Aman, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam paparan mengenai SEA Games 2015, Indonesia akan mengikuti 33 cabor, 308 nomor pertandingan, dan 506 atlet. Untuk mewujudkan target peringkat dan estimasi medali, Menpora melaporkan pelaksanaan program yakni pemusatan latihan dalam Program Indonesia Emas (PRIMA). Kemudian mengintensifkan program cabor/nomor unggulan, melaksanakan training camp cabor potensial ke luar negeri, tryout internasional, mendatangkan pelatih asing, pendampingan pelatih fisik, sport intelligent program, pendampingan psikolog, tenaga medik, nutrisionis, motivator, dan pengawasan doping.

Komisi X DPR mendukung penuh Kemenpora mengambil langkah-langkah strategis dalam persiapan menghadapi SEA Games 2015.  
"Komisi X mendukung Kemenpora mengambil langkah-langkah strategis agar keikutsertaan atlet nasional dalam SEA Games 2015 tidak menghadapi kendala dan mencapai target yang dibidik," kata Pimpinan Ketua Komisi X DPR, Teuku Riefky Harsya saat membacakan kesimpulan Raker.

Selain SEA Games, Raker kali ini  membahas berbagai rencana strategis Kemenpora lainnya. Seperti PON 2016, persiapan tuan rumah Asian Games 2018 dan Pelaksanaan Kickoff kompetisi sepakbola ISL (QNB League) 2015. Raker sempat alot saat membahas rekomendasi BOPI yang tidak memberikan lampu hijau kepada dua klub ISL, Persebaya dan Arema Malang.

Namun akhinrya, Raker tersebut melahirkan kesimpulan terkait pelaksanaan kickoff ISL (QNB League) 2015 ini, Komisi X mendorong Menpora dan BOPI terus melakukan pembinaan.  Terhadap dua klub yang belum memperoleh rekomendasi, juga diharapkan bisa dipertimbangkan mengikuti ISL 2015 dengan catatan sejauh persyaratan dapat segera dipenuhi hingga akhir setengah musim kompetisi yang dibuktikan dengan kesepakatan tertulis dan bermaterai dari pihak-pihak yang bersengketa. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya