Berita

imam nahrawi/net

Olahraga

Menpora Harapkan Tinju Rebut Lebih dari 2 Emas SEA Games

MINGGU, 29 MARET 2015 | 08:23 WIB | LAPORAN:

Menpora Imam Nahrawi berharap cabang tinju bisa mengukir prestasi di SEA Games 2015 Singapura. Bahkan, menteri yang akrab disapa Cak Imam tersebut optimistis tinju bisa meraup medali melebihi target yang dibebankan.

"Tinju ini ditargetkan dua emas, tapi saya harap bisa lebih dari itu. Kami akan dukung dan beri motivasi kepada para atlet dan pelatih agar mereka terus bersemangat menyongsong SEA Games," ujar Menpora di Jakarta.

Menpora Imam mengemukakan, sudah saatnya petinju Tanah Air bisa mendunia. Karena itu, pemerintah meminta semua pihak untuk mendukung cabang tinju, termasuk dalam hal pendanaan. Sebab, urusan anggaran bukan hanya dari pemerintah, melainkan juga swasta.


"Kalau dari pemerintah, bantuan semampu kami. Untuk yang lainnya bisa dicarikan bapak asuh lewat BUMN untuk mendukung tinju supaya kembali berprestasi," ungkap dia.

Di sisi lain, Menpora ikut mendorong para atlet agar bisa meraih prestasi di ajang Presiden Cup 2015 di Palembang, April mendatang. Apalagi, kejuaraan tersebut dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri sebelum tampil di SEA Games Singapura.

"Kita pernah punya petinju yang juara dan kita harapkan 2015 ini bisa mengulang dengan mendapatkan prestasi. Bagi saya, olahraga tinju pernah menjadi sejarah besar. Petinju kita pernah berjaya dan tahun ini kita dorong agar lahir petinju-petinju kelas dunia," kata Cak Imam.

Menurut Menpora jadwal sparring cabang Olahraga Tinju ke Kuba bukan dibatalkan melainkan diundur. "Sekali lagi ini bukan pembatalan melainkan penundaan karena terkait mekanisme pencairan keuangan yang diatur oleh negara," jelasnya.

Menpora merasa berterimaksih kepada PP Pertina yang telah menyiapkan penundaan sparring ke Kuba diisi dengan sparing partner yang diselenggarakan saat ini.
"Terimakasih kepada Ketua Umum PP Pertina terkait sparring partner kali ini sekaligus untuk persiapan President's Cup dan SEA Games 2015 di Singapura," ucap Menpora.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya