Berita

Olahraga

Komisi X DPR Minta BOPI Kasih Toleransi 6 Klub Berkategori D

JUMAT, 27 MARET 2015 | 19:58 WIB | LAPORAN:

Kalangan anggota Komisi X DPR yang membidangi olahraga mengharapkan Indonesia Super League (ISL) 2015 tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.
 
"Kita tahu pertandingan sepak bola Liga LSI sangat ditunggu masyarakat Indonesia. Pertandingan sepakbola sebagai arena hiburan warga dalam menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat dengan adanya kenaikkan berbagai bahan pokok, misalnya beras saat ini," jelas legislator asal Fraksi Demokrat, Jefri Riwu Kore di Jakarta.

Di satu sisi, ajang ini juga dimanfaatkan para pedagang kaki lima untuk mengais rezeki. Selain itu pemain dan klub dapat kepastian untuk sponsor yang akan membantu mereka.


"Kan sudah jelas Ketua Komisi sudah menyaksikan dan meminta untuk mencari titik temu antara BOPI dengan PT. Liga  agar kick off ISL 2015. Tentunya agar pertandingan pada tanggal 4 April lengkap diikuti 18 klub," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya pun menyatakan siap memfasilitasi antara pihak BOPI dengan PT. Liga.

"Prinsipnya kami DPR, khususnya Komisi X hanya membantu untuk mencari titik temu antara BOPI dengan PT Liga agar kick off ISL 2015," kata Teuku.

Diharapkannya pertandingan ISL pada 4 April nanti lengkap diikuti oleh 18 klub sehingga masyarakat tidak kecewa. "Jangan sampai masyarakat kecewa karena menunggu jadwal kepastian".
 
Menurut mantan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini, Komis X DPR menghargai kewenangan PSSI, BOPI dan PT Liga. Karena itu pula ia meminta agar enam klub yang berkategori D segera memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BOPI.

"Tentunya kami harapkan juga agar BOPI untuk memberikan toleransi waktu terhadap enam klub yang berkategori D untuk memenuhi persyaratan administrasi dalam tempo selama setengah musim kompetisi," pinta Riefky.

Apalagi enam klub tersebut bersedia diberi sanksi jika bila dalam jangka waktu yang ditentukan tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta BOPI, imbuhnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya