Berita

Olahraga

Induk Olahraga Diminta Fokus SEA Games 2015

SELASA, 24 MARET 2015 | 13:06 WIB | LAPORAN:

Banyaknya cabang olahraga yang mengalami dualisme disesalkan sejumlah kalangan. Sebab, konflik di internal induk organisasi bisa menganggu pembinaan atlet jelang SEA Games 2015 di Singapura, Juni mendatang.

Yang cukup disayangkan pula, munculnya konflik terjadi usai pelaksanaan pemilihan ketua umum melalui Musyawarah Nasional (Munas) ataupun Kongres. Contohnya adalah Munaslub PB ISSI (balap sepeda) dan Munas PB TI (taekwondo).

Bahkan, bulu tangkis di wilayah DKI Jakarta ikut terkena dampak, setelah Ketua Pengprov PBSI DKI Icuk Sugiarto dipecat dari jabatannya.


Konflik semakin melebar setelah digelar Musorprovlub PBSI DKI dengan memilih Alex Tirta sebagai ketua umum. Karena itu, beberapa kalangan menilai alangkah baiknya jika Munas atau Kongres digelar setelah pelaksanaan SEA Games.

Mantan pemain Timnas Indonesia, Ricky Yacobi berpendapat, prestasi atlet harus diperhatikan dan diutamakan oleh induk olahraga masing-masing sebelum tampil di SEA Games 2015. Apalagi, waktu pelaksanaan event dua tahunan tersebut tinggal tiga bulan. Oleh karenanya, setiap pengurus pusat atau pengurus besar (PP/PB) harus memikirkan bagaimana cara menggembleng atlet supaya mampu meraih medali di SEA Games.

"Para pengurus harus fokus membina atletnya masing-masing. Mereka akan berjuang di SEA Games demi Merah Putih, sehingga perlu diutamakan. Harapan kita adalah raihan prestasi gemilang di pentas SEA Games saat digelar di negara lain," kata Ricky Yacobi di Jakarta.

Hal senada diungkapkan anggota Tim Sembilan bentukan Kemenpora, Djoko Susilo. Dia mengutarakan, setiap PB/PP yang ingin menggelar Munas atau Kongres untuk menunda terlebih dulu sampai SEA Games 2015 berakhir yang waktu pelaksanaannya tinggal beberapa bulan ke depan.

Untuk diketahui, sedikitnya ada empat cabang yang memiliki agenda Munas atau Kongres pada tahun ini. Salah satunya adalah PSSI. Induk sepak bola nasional tersebut berencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 18 April mendatang di Surabaya. Bahkan, mereka sudah menetapkan sembilan kandidat akan bersaing menjadi ketua umum PSSI untuk periode empat tahun ke depan.

"Lebih baik seperti itu (Munas/Kongres setelah SEA Games). Khusus PSSI agar Kongres bisa demokratis dan menghasilkan pengurus yang berkualitas," ujarnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya