Berita

Oesman Sapta/net

Oesman Sapta: Pembangunan Indonesia Butuh Pemikiran yang Tepat dan Waktu yang Tak Sedikit

SENIN, 23 MARET 2015 | 08:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengajak seluruh rakyat untuk berpikir realistis serta bijak dalam menilai kinerja pemerintahan saat ini. Menurutnya, sangat tidak bijak menilai dan mengevaluasi kinerja pemerintah dalam waktu pendek misalnya dalam waktu 100 hari.

"Permasalahan bangsa Indonesia sangat besar dan perlu treatment yang jeli dan tepat," sebut dia dalam seminar 'Dari Trisakti Melalui Nawacita Menuju Revolusi Mental' di Kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (22/3).

Berbagai cobaan-cobaan dan permasalahan-permasalahan yang kemudian menjadi wacana panas jagad pemberitaan nasional, buat sebagian elemen masyarakat menjadi satu penilaian negatif buat seluruh kinerja pemerintah dalam waktu pemerintahan yang masih sangat pendek.


Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang sangat besar, memiliki keberagaman yang sangat besar dan memiliki banyak permasalahan yang sangat berat. Menilai kinerja pemerintah dalam waktu yang sangat pendek, menurutnya sangat tidak bijak.

"Pemerintah saat ini perlu waktu untuk mengurai permasalahan bangsa yang memang berat ini. Kita andaikan sebuah rumah, jika kita melakukan renovasi rumah kecil sangat mudah melakukannya dengan waktu yang pendek. Tapi, Indonesia adalah sebuah rumah besar, strukturnya sangat rumit. Melakukan perbaikan pada rumah Indonesia butuh pemikiran yang tepat dan waktu yang tidak sedikit. Jangan terlalu dinilah menilai kinerja pemerintah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Oesman Sapta menyelipkan pembicaraan soal Empat Pilar MPR RI ( Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara).  Nilai-nilai dalam Empat Pilar MPR sangat sejalan dengan tema seminar yakni soal makna Trisakti.

Berbicara soal Trisakti, sepenggal kata yang diambil dari pidato Presiden Pertama Indonesia Bung Karno yang bermakna berdaulat dibidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkeperibadian dalam kebudayaan, Oesman Sapta mengatakan bahwa semua endingnya adalah untuk kemakmuran rakyat.

"Realisasikan Trisakti dengan kembali membangun solidaritas kegotong royongan, rasa memiliki kebangsaan harus dikembalikan, politik harus berdaulat, ekonomi harus ditingkatkan dan tingkatkan kepribadian yang berbudaya. Dan yang terpenting adalah perekonomian bangsa harus betul-betul menyentuh rakyat yang paling bawah sekalipun sehingga terasa berkeadilan terasa.  Itulah trisakti dan itulah yang saya rasa sedang dikerjakan pemerintah sekarang dengan Nawacitanya," tandasnya wakil ketua MPR dari kelompok DPD RI ini. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya