Berita

ilustrasi

Dunia

Rusia Bersikap Bijaksana dalam Hadapi Konflik Sahara Barat

MINGGU, 22 MARET 2015 | 13:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kerajaan Maroko mengapresiasi sikap Rusia dalam sengketa Sahara Barat. Dutabesar Maroko untuk Rusia di Moskow, Abdelkader Lachhab, menggambarkan sikap resmi Rusia dalam kasus itu cukup bijaksana, dan memberikan kesempatan yang luas terhadap upaya penyelesaian konflik dengan cara-cara damai.

Dubes Lachhab berbicara dengan media Rusia di Moskow, Spoutnik, Kamis lalu (19/3).

Dia mengatakan bahwa sengketa Sahara Barat adalah hasil dari interfensi yang dilakukan pihak lain yang ingin menjadi hegemoni di kawasan Afrika Utara.


Pernyataan Dubes Lachhab ini merujuk pada dukungan penuh yang diberikan Aljazair kepada kelompok Polisario yang berada di kamp Tindouf di wilayah negara itu.

Sang Dubes juga menekankan komitmen negaranya dalam upaya menyelesaikan konflik dengan menawarkan proposal otonomi yang telah diakui PBB dan banyak negara sebagai inisiatif yang paling kredibel, serius serta berkeadilan.

Di sisi lain, sebutnya, pihak Polisario dan Aljazair bersikeras tidak memberikan proposal damai apapun. Sikap ini sebetulnya sebuah penentangan terhadap permintaan PBB.

Dubes Lachhab di sisi lain mengingatkan, sementara upaya mencari titik temu terus dilakukan di tengah keengganan Polisario dan Aljazair, para pengungsi di Tindouf harus menghadapi persoalan yang tak kalah pelik. Situasi di Tindouf semakin hari semakin tidak manusiawi.

Keengganan Polisario dan Aljazair menolak UNHCR yang ingin melakukan sensus di tempat itu adalah pelanggaran keras terhadap resolusi PBB.

Konflik Sahara Barat adalah salah satu peninggalan Perang Dingin, ketika Blok Barat yang dipimpin AS dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet berusaha memperluas dan menjaga hegemoni mereka di negara-negara dan kawasan-kawasan lain di muka bumi.

"Bagi Blok Timur, Maroko pada masa itu merupakan sekutu terbaik Blok Barat di kawasan Afrika Utara dan Sahel," dosen FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, dalam perbincangan dengan redaksi.

Krisis politik yang terjadi di Spanyol pada pertengahan 1970an yang memaksa Spanyol angkat kaki dari Sahara Barat digunakan sebagai pintu masuk oleh Blok Timur untuk merebutnya dari Maroko. Upaya ini dibantu negara-negara anggota Blok Timur lain di kawasan itu, terutama Aljazair dan Libya.

"Setelah Perang Dingin berakhir, lanskap politik di kawasan itu berakhir, dan sikap ngotot Aljazair kehilangan relevansi. Dunia internasional berharap konflik ini segera berakhir. Dan itu harus diawali dengan kesediaan Polisario dan Aljazair membuka pintu bagi UNHCR yang ingin melakukan sensus," demikian Teguh. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya