Berita

Poempida Hidayatulloh/net

Poempida Sindir Menteri Jokowi yang Bias soal Rupiah

MINGGU, 22 MARET 2015 | 11:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Adalah fenomena yang aneh saat seorang menteri mengatakan bahwa naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah membawa berkah bagi desa dan daerah tertinggal.

Demikian disampaikan Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra), Poempida Hidayatulloh dalam keterangannya, Minggu (22/3).

"Naiknya nilai dolar itu adalah bencana ekonomi bagi Indonesia. Itu harus disadari oleh pemerintah, apalagi yang bicara seorang menteri," ujar politisi Golkar ini.


Menurut Poempida, produk kreatif darimana pun juga di Indonesia akan mendadak menjadi sangat murah di mata negara lain, jika nilai tukar rupiah melemah. Bisa saja ini akan mengangkat ekspor, tapi sang menteri tidak berani membahas secara rinci berapa potensi ekspor yang bisa diterjadi.

"Yang jelas, turunnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar, akan menyebabkan mahalnya berbagai teknologi, yang jelas-jelas akan menghambat akselerasi pembangunan nasional. Basis-basis biaya yang berkaitan dengan kesejahteraan lainnya pun akan menjadi mahal. Mulai dari pendidikan sampai kesehatan akan terpengaruh. Apalagi isu mengenai daya beli masyarakat. Jelas pasti terpengaruh juga," ungkapnya.

Jadi, tambah Poempida, apa sebenarnya berkahnya untuk masyarakat Desa? Pemerintah sebaiknya tidak perlu berkomentar memberikan informasi yang berusaha menenangkan tetapi bias secara akurasi.

"Bekerja sajalah untuk kemudian menghasilkan dan mencapai target yang diinginkan," tukasnya.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengatakan, masyarakat daerah tertinggal bisa ikut merasakan efek positif dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, pelemahan rupiah membawa berkah bagi produk-produk dalam negeri yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Sementara produk-produk tersebut banyak diproduksi di daerah-daerah tertinggal. (Baca: Kata Menteri Marwan, Rupiah Melemah Bikin Untung Desa). [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya