Berita

haji lulung/net

Himpitan Ekonomi yang Membuat Haji Lulung Terjun ke Pasar Tanah Abang

JUMAT, 20 MARET 2015 | 11:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pasca ditinggal sang ayah Pak Ibrahim pada tahun 1975, Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang baru berusia 12 tahun, sudah memberanikan diri membantu keluarga mencari duit.

Kebiasaan Haji Lulung kecil adalah shalat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya di kawasan pasar Tanah Abang Jakarta Pusat. Namun setelah sang ayah wafat, sesudah shalat subuh, Haji Lulung tidak langsung pulang  ke rumah, tapi langsung pergi ke pasar. Ia jalan ke pasar masih subuh-subuh buta untuk mencari pekerjaan.

Apa pekerjaan yang diincar Haji Lulung di pasar Tanah Abang? Ternyata politisi PPP yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD DKI ini ternyata ingin memungut sampah demi nafkah. Meski pekerjaan itu tidak memerlukan keahlian dan persyaratan khusus, tiga hari mencari bekas sampah, Haji Lulung pulang dengan tangan hampa. Haji lulung kalah bersaing dengan pemulung sampah yang sudah biasa ngepos di Tanah Abang.


Hari keempat, Haji Lulung masih tetap ke pasar, ia masih optimis bisa mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membantu keluarga. Namun kali ini ia mencari cara lain, ia menemui tukang timbang sampah. Singkat cerita ia pun diterima sebagai tukang timbang, bekerja empat hari Haji Lulung menerima honor. Uang hasil keringatnya itu ia serahkan kepada ibunya.

Masih cerita Haji Lulung, ibunya sempat curiga darimana uang itu didapat anaknya. Suatu hari, ibunya membuntutinya ke masjid. Ibunya dikabari anaknya sudah ke pasar, namun ibunya tidak berani terus membuntutinya ke pasar, karen hari masih gelap.

Jelas Haji Lulung, ada peristiwa di keluarganya sepeninggalan sang ayah yang membuatnya berani mencari duit. Suatu waktu, ia bersama 8 saudaranya sedang dihidangkan nasi goreng sama sang ibu. Saat itu, ibunya membagi nasi itu dengan mengatakan jangan nambah, karena nasinya tidak cukup.

"Di situ saya nekat harus cari duit," sebut dia, dalam wawancara khusus dengan RMTV.

Karena sibuk cari duit, Haji Lulung kecil sempat berhenti sekolah selama tiga tahun, kala itu dia duduk di kelas 3 SMP. Namun setelah punya penghasilan kecil-kecilan, dia melanjutkan sekolahnya, sekolah siang. Akhirnya sekolah tinggat SMP ia jalani selama enam tahun.

Masih cerita Haji Lulung, karena sering ke pasar, atau tepatnya sudah tiga tahun beraktifitas di pasar, ia ditawari pemilik toko dari keturunan Tionghoa untuk menjaga tokonya. Lambat laun, sambil menacari sampah, banyak penghuni di Tanah Abang yang meminta jasanya untuk menjaga, menyewakan dan menjual kios mereka.

"Alhamdulillah, yang penting adik-adik saya bisa sekolah," ungkapnya.

Setelah beberapa tahun kemudian, Haji Lulung sudah dipercaya mengelolah kebersihan, keamanan plus mengelolah parkir. Ia pun akhirnya berkiprah seperti menggeluti usaha koperasi dan properti. Saat menjalani semua ini, ia tidak lupa dengan konsepnya awalnya, yaitu investasi lingkungan.

"Saya percaya, investasi lingkungan terjaga, maka investasi modal akan datang," jelas dia.

Investasi lingkungan yang ia motori melibatkan masyarakat khususnya pemuda di kawasan pasar Tanah Abang.

Cerita pria kelahiran 24 Juli 1959 di Jakarta ini bisa disimak secara lengkap dalam wawancara Sisi Lain RMTV di link: klik disini. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya