Berita

Surabaya Butuh Penyegaran Pemimpin Muda

RABU, 18 MARET 2015 | 21:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia perlu melakukan penyegaran kepemimpinan untuk menyelesaikan sejumlah problem perkotaan, seperti penataan kota yang lebih inovatif, perbaikan moda transportasi, dan pembangunan ekonomi daerah. Penyegaran kepemimpinan itu sebagaimana ditunjukkan oleh sejumlah kota lain di Indonesia yang hanya bisa dilakukan oleh figur pemimpin yang muda, progresif, cerdas, dan punya visi yang luas.

Pengamat Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Airlangga Pribadi mengatakan bahwa kebutuhan akan pemimpin muda itu seiring dengan harapan publik, sehingga Surabaya bisa menjadi lebih baik ke depan.

"Kenyataan ini juga sebagaimana yang tercermin pada kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 lalu, di mana negeri ini membutuhkan penyegaran politik yang tidak hanya untuk pemerintahan di tingkat pusat, tapi juga di tingkat daerah," ujarnya dalam pesan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 18/3).  


Untuk kasus di Surabaya, kehadiran pemimpin muda di pemilihan wali kota nantinya merupakan calon alternatif. Figur pemimpin muda bisa diambil dari kalangan aktivis, pengusaha maupun praktisi pendidikan di kampus.

"Mereka punya potensi untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi Surabaya ke depan," ungkap Airlangga.  

Sementara pengamat politik dari Lembaga Monitoring Data dan Analisis Media Sosial AirMob Nurfahmi Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa pencarian pemimpin muda harus dijadikan sebagai agenda besar bangsa ini. Terlebih, terdapat banyak pemimpin muda yang memiliki track record baik, berpengetahuan, punya kapasitas memimpin dan komitmen terhadap kepentingan rakyat yang tak diragukan.

Sayangnya, selama ini keberadaan mereka masih tertutupi oleh dominasi partai dan oligarki politik. Surabaya memiliki potensi untuk memunculkan tokoh muda guna penyegaran dan pengharmonian kota terbesar nomor dua setelah Jakarta tersebut.

"Perlu ada rekayasa sosial dan politik agar para tokoh muda bisa mendapat tempat di partai politik, entah dengan aktif di dalamnya atau ada sekelompok orang baik di partai politik yang mendorong perubahan di internal partai," demikian Nurfahmi. [sam]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya