Berita

Andriyana/net

Politik

KAMMI Instruksikan Aksi #UltimatumJokowi Serentak di 34 Provinsi

RABU, 18 MARET 2015 | 10:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Merosotnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp 13.300 per dolar AS merupakan nilai terlemah dalam sejarah sejak reformasi 1998. Pada 2008, nilai tukar rupiah sempat melemah pada nilai 12.000, namun jauh lebih menukik dirasakan pada 1998, yakni hampir mencapai 17.000.

Kondisi demikian menggambarkan goyahnya sektor ekonomi bangsa yang dibuktikan dengan neraca perdagangan melemah dan bahkan terus mengalami defisit. Selain itu, dirasakan juga oleh masyarakat saat ini bahwa kenaikan harga menyentuh seluruh kebutuhan dasar rakyat, seperti BBM, gas LPG, tarif dasar listrik, pajak materai, tarif tol, harga bahan pokok, dan tiket kereta api serta transportasi lain.

Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Andriyana mengatakan, realitas ini yang menjadi dasar pihaknya memberikan ultimatum kepada Presiden Jokowi.


Meski baru beberapa bulan menempati singgasana kepresidenan, PP KAMMI menggap Jokowi tidak becus mengurusi negara.

"Jokowi seakan linglung dan lupa bahwa dirinya seorang presiden, sehingga ketika permasalahan besar ini terjadi, ia hanya mengatakan, 'Hehe, itu bukan urusan saya…'. Presiden macam mana pula yang mampu berkata dengan santainya menanggapi permasalahan besar bangsa sekarang ini," sebut Andriyana dalam keterangannya (Rabu, 18/3).

KAMMI berharap, Jokowi segera melakukan tindakan agar harga-harga kembali turun. Demi menyuarakan tuntutan tersebut, PP KAMMI telah menginstruksikan kepada Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah untuk melakukan aksi serentak. Aksi serentak akan dilakukan pada Kamis besok (19/3) yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Aksi akan difokuskan pada titik-titik sentral dan vital masing-masing wilayah dan daerah.

Ketua Biro Politik Hukum dan Keamanan Kebijakan Publik PP KAMMI Irawan Malebra Kholidi menjelaskan bahwa aksi #UltimatumJokowi akan berlangsung terus hingga kebijakan Jokowi dirasa membaik.

"Aksi ini akan serentak dilakukan tanggal 19 besok, namun secara kontinyu PP KAMMI akan mengawal terus, bahkan jika dirasa perlu PP KAMMI akan menginstruksikan delegasi wilayah dan daerah untuk turun aksi ke Jakarta," tegas Irawan.

Tuntutan yang diajukan oleh PP KAMMI dalam aksi serentak ini antara lain: Pertama, stabilkan segera harga-harga kebutuhan masyarakat baik sembako, BBM, TDL, LPG, dan sebagainya sesegera mungkin. Bedua, bangkitkan marwah dan kedaulatan bangsa Indonesia. Ketiga, perkuat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya