Berita

joko widodo/net

Politik

Bertemu Relawan, Jokowi Minta Masyarakat Jangan Panik dengan Melemahnya Rupiah

RABU, 18 MARET 2015 | 09:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhir-akhir ini terjadi karena masalah global, bukan disebabkan soal domestik. Maka masyarakat diminta jangan panik, sebab ketahanan ekonomi sendiri cukup bagus.

"Ini kan karena perbaikan ekonomi Amerika, lapangan kerja bertumbuh. Mata uang melemah bukan hanya dialami rupiah, tetapi semua negara," kata Presiden Jokowi, ketika bertemu dengan belasan elemen Relawan di Istana Negara, Jakarta (Selasa malam, 17/3).

Pernyataan Presiden ini diteruskan Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang kepada redaksi pagi ini (Rabu, 18/3).


Meski penyebabnya adalah AS dolar yang menguat, rupiah memang melemah juga terhadap mata uang lain. Namun mereka juga mengalami pelemahan, sehingga impor yang relatif memberatkan adalah barang asal Amerika. "Ini masalah psikologis juga, jadi jangan panik," ujar Presiden.

Dalam situasi seperti ini, tambah Jokowi, rumor yang bisa menimbulkan kepanikan, harus dihindari. "Fiskal kita bagus, ketahanan kita bagus, bursa dan pasar obligasi juga bagus. Tetapi kalau situasi ini disikapi dengan panik, hasilnya tidak baik," tutur Presiden.

Mengenei kondisi politik, Presiden Jokowi mengatakan, kini sudah harmonis.

"Tidak seseram yang kita bayangkan semula. Ternyata semua bisa saling berbicara, saling berangkulan. Politik relatif tidak masalah lagi, maka kita harus banyak bekerja untuk ekonomi," tandas Presiden asal PDI Perjuangan ini.

Elemen Relawan yang bertemu dan makan malam dengan Presiden, antara lain Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Pro Jokowi (Projo), Seknas Jokowi, Kebangkitan Indonesia Baru (KIB), Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) dan lain-lain. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya